detikcom
Rabu, 06/03/2013 14:42 WIB

Tuntut Pembunuh Bidan Dihukum Berat, Keluarga Korban Demo Polresta Medan

Khairul Ikhwan - detikNews
Foto: khairul ikhwan/detikcom
Medan - Sekitar 100 orang keluarga mendiang Nurmala Dewi Tinambunan dan warga mendatangi Polresta Medan datang stelah tahu pelaku pembunuhan ditangkap. Mereka meminta pelaku dihukum berat.

Massa datang dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan dan tiba di Mapolresta Medan, Jalan HM Said sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (6/3/2013). Sejumlah poster dan spanduk turut dibentangkan.

"Kami datang untuk mendukung polisi, dan meminta pelaku agar dihumum yang seberat-beratnya," kata MH Sihombing (66), salah seorang keluarga yang ikut berdemo.

Menurut Sihombing, yang merupakan paman korban Nurmala Dewi menyatakan, mereka mendengar tentang keberhasilan polisi menangkap pelaku penembakan dan otak pembunuhan. Mereka ingin memastikan kebenaran berita tersebut dan memutuskan datang ke polres sekaligus sebagai bentuk dukungan untuk mengusut kasus itu.

Kedatangan massa ditemui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Medan Kompol M. Yoris Marzuki. Selain membenarkan penangkapan, Yoris menyarankan warga untuk mengawal kasus ini hingga ke pengadilan.

"Ada delapan orang yang kita amankan, termasuk dua polisi dan pelaku utama," tukas Yoris.

Saat ini, kata Yoris, mereka sedang melakukan pemeriksaan, dan memastikan kasusnya akan diusut tuntas.

Bidan Nurmala Dewi tewas ditembak di depan rumahnya di Jalan Pertahanan, Desa Sigara-gara, Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumut pada Kamis (7/2/2013). Pelaku yang mengendarai sepeda motor melepaskan tembakan ke arah korban dan kemudian kabur.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(rul/try)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%