Detik.com News
Detik.com
Rabu, 06/03/2013 05:47 WIB

Laporan dari Berlin

Peningkatan Kerjasama RI-Jerman Mempererat Hubungan Kedua Negara

Mega Putra Ratya - detikNews
Peningkatan Kerjasama RI-Jerman Mempererat Hubungan Kedua Negara
Berlin - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Kanselir Jerman Angela Merkel melakukan pertemuan bilateral di Kantor Kanselir Jerman. Pertemuan tersebut meningkatkan kerjasama yang sudah terjalin sebelumnya.

"Apabila Jerman dan Indonesia terus meningkatkan kemitraan strategisnya, tentu akan membawa kebaikan, baik bagi kedua kawasan maupun dunia," ujar Presiden SBY dalam jumpa pers bersama Merkel, di Kantor Kanselir Jerman, Selasa (5/3/2013).

"Semua yang kita jadikan prioritas mulai dari perdagangan dan investasi, pendidikan, kesehatan, industri pertahanan, riset dan teknologi, termasuk pangan energi dan transportasi, semuanya terus berjalan," lanjut SBY.

Presiden SBY melihat interaksi antara sektor swasta Jerman dan Indonesia terus meningkat. "Ini suatu yang menggembirakan mengingat peran Jerman di Eropa dan dunia, demikian juga apa yang dilakukan di kawasan Asia Tenggara baik secara ekonomi, politik dan keamanan," imbuhnya.

Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai energi terbarukan, usaha mikro kecil dan menengah, pariwisata, dan juga komitmen Indonesia dalam menjaga kerukunan di antara warga Indonesia.

"Sebagai negara demokrasi dan negara yang menghormati hak asasi manusia, kami akan bekerja terus mengkonsolidasikan demokrasi kami, memenuhi kewajiban kami, yang tentu menjadi bagian dari sebuah negara demokrasi," papar SBY.

Sementara itu, Kanselir Angela Merkel pada kesempatan yang sama mengatakan Indonesia adalah teladan dalam kehidupan rukun dan damai di tengah banyak perbedaan etnis, agama, dan budaya.

"Tadi Presiden SBY dalam pertemuan mengatakan bahwa kehidupan secara damai antara minoritas dengan mayoritas di Indonesia masih tetap berjalan dengan baik, di mana diusahakan sekuat mungkin untuk menghilangkan konflik-konfliknya," kata Merkel.

(mpr/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%