Selasa, 05/03/2013 15:37 WIB

Hari ke-141 Jokowi

Jokowi Bangun Kampung Deret di Bekas Area Kebakaran Tanah Tinggi

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) segera melancarkan gerakan pemberantasan kampung-kampung kumuh di Ibukota. Salah satunya, ia akan membangun kampung deret di bekas lokasi kebakaran di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat.

Menjelang sore hari, Jokowi menyambangi lokasi kebakaran di Tanah Tinggi yang melalap sedikitnya 10 rumah di lokasi padat penduduk pada Senin 4 Maret.

"Nanti akan dianukan ke kampung deret. Nanti kita mau langsung dengan programnya itu karena Pak Wali Kota sudah cek tadi malam, cek di lapangan juga gitu. Itu segera kita lakukan," kata Jokowi usai meninjau lokasi kebakaran Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2013).

Menurut dia, diperlukan alat pemadam kebakaran di lokasi padat penduduk. Pengadaan alat-alat pemadam kebakaran ini masih dalam proses administrasi dan proses pelelangan.

"Ini yang mau kita usahakan. Ini masih dalam proses administrasi dan proses lelang. Ini kan kalau sudah ada langsung taruh di situ. Besar kecil itu akan digunakan," ujar Jokowi yang terbalut kemeja warna putih itu.

Jokowi sudah memerintahkan kepada kepala dinas terkait untuk meletakkan alat pemadam kebakaran di titik-titik rawan si jago merah.

"Saya kira saya sampaikan ke kepala dinas agar kepada tempat-tempat yang diperkirakan rawan maka selalu dilakukan training-traning, terutama untuk melakukan pemadaman kebakaran sebelum pemadamnya datang," kata ayah 3 anak ini.

Berapa yang direlokasi? "Di sini 80-85 persen kira-kira. Masalah sudah clear, Pak Wali Kota, camat dan lurah sudah oke, sudah izin masyarakat. Biar semua rapi, semua sehat ada ruang terbuka hijau, drainase di darat," jawab Jokowi.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%