detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 05/03/2013 15:37 WIB

Hari ke-141 Jokowi

Jokowi Bangun Kampung Deret di Bekas Area Kebakaran Tanah Tinggi

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) segera melancarkan gerakan pemberantasan kampung-kampung kumuh di Ibukota. Salah satunya, ia akan membangun kampung deret di bekas lokasi kebakaran di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat.

Menjelang sore hari, Jokowi menyambangi lokasi kebakaran di Tanah Tinggi yang melalap sedikitnya 10 rumah di lokasi padat penduduk pada Senin 4 Maret.

"Nanti akan dianukan ke kampung deret. Nanti kita mau langsung dengan programnya itu karena Pak Wali Kota sudah cek tadi malam, cek di lapangan juga gitu. Itu segera kita lakukan," kata Jokowi usai meninjau lokasi kebakaran Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2013).

Menurut dia, diperlukan alat pemadam kebakaran di lokasi padat penduduk. Pengadaan alat-alat pemadam kebakaran ini masih dalam proses administrasi dan proses pelelangan.

"Ini yang mau kita usahakan. Ini masih dalam proses administrasi dan proses lelang. Ini kan kalau sudah ada langsung taruh di situ. Besar kecil itu akan digunakan," ujar Jokowi yang terbalut kemeja warna putih itu.

Jokowi sudah memerintahkan kepada kepala dinas terkait untuk meletakkan alat pemadam kebakaran di titik-titik rawan si jago merah.

"Saya kira saya sampaikan ke kepala dinas agar kepada tempat-tempat yang diperkirakan rawan maka selalu dilakukan training-traning, terutama untuk melakukan pemadaman kebakaran sebelum pemadamnya datang," kata ayah 3 anak ini.

Berapa yang direlokasi? "Di sini 80-85 persen kira-kira. Masalah sudah clear, Pak Wali Kota, camat dan lurah sudah oke, sudah izin masyarakat. Biar semua rapi, semua sehat ada ruang terbuka hijau, drainase di darat," jawab Jokowi.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(aan/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%