detikcom
Selasa, 05/03/2013 14:45 WIB

Konflik di Sabah, Polri-TNI Tingkatkan Pengamanan di Perbatasan Nunukan

Robert - detikNews
Balikpapan - Polri dan TNI meningkatkan pengamanan di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara, yang berbatasan dengan Malaysia, menyusul konflik yang sedang terjadi di negara bagian Sabah.

"Kita sudah berkoordinasi dengan wilayah setempat (Tawau) dan kita dengan jajaran TNI tengah melakukan pengamanan di sana (Nunukan)," kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Anas Yusuf kepada wartawan di kantornya, Jl Syarifuddin Yoes, Balikpapan, Selasa (5/3/2013).

Kabupaten Nunukan memang berbatasan teritorial laut dengan wilayah Tawau, Malaysia. Sedangkan Tawau berdekatan dengan wilayah bagian Sabah. Peningkatan pengamanan berupa penempatan intelijen.

"Jarak dari perbatasan memang jauh ya, sekitar 100-150 kilometer. Yang kita tempatkan di sana, baik dari intelijen maupun dari Satuan Brimob, kita antisipasi saja," ujar Anas.

"Dari kepolisian, wilayah terdekat dengan Malaysia ada dari Polres Tarakan dan Polres Nunukan. Kita tingkatkan pengamanan kita dengan personel Brimob," tambahnya.

Disebutkan Anas, sebelumnya terdapat WNI pekerja di perkebunan sawit di Sabah, yang harus menghentikan aktivitasnya. Sebab, konflik itu berpotensi mengancam keselamatan jiwa dan mengakibatkan gelombang pengungsi dari Sabah menuju Tawau di Malaysia hingga akhirnya berada di Nunukan.

"Belum, sejauh ini belum ada (arus pengungsi) karena memang jauh sekali jaraknya," tegas Anas.

Seperti diketahui, konflik yang melanda wilayah Sabah, Malaysia masih terus berlanjut. Militer Malaysia melancarkan serangan udara dan serangan darat untuk mengakhiri pertikaian dengan kelompok militan Sulu dari Filipina. Konflik itu telah berlangsung selama 3 minggu dan menewaskan 27 orang.

Bahkan, sedikitnya dua pesawat tempur Malaysia terlihat mengudara berkeliling di wilayah Tanduo dan Semporna, yang menjadi lokasi bentrokan, pada Selasa (5/2) pagi. Hal tersebut, menurut warga setempat, diikuti dengan suara ledakan keras di jarak sekitar 20 kilometer dari kota Tanduo.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%