detikcom
Selasa, 05/03/2013 12:10 WIB

Bela Klien, Yusril Kalahkan Menteri Agama di Pengadilan

Andi Saputra - detikNews
Yusril Ihza Mahendra (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra kembali menang melawan pemerintah. Lewat kantor hukumnya, IHZA & IHZA, Yusril membela pemecatan Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi, Marwazi oleh Menteri Agama (Menag).

"Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya. Menyatakan batal surat pemberhentian dengan hormat Dr Marwazi dari jabatan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi. Mewajibkan Tergugat mencabut SK Menteri Agama Nomor B III/3/02589 tertanggal 23 Mei 2012," demikian bunyi putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang dilansir dalam website Mahkamah Agung (MA), Selasa (5/3/2013).

Putusan bernomor perkara 133/G/2012/PTUN-JKT diketuai oleh Husban dengan hakim anggota Amir Fauzi dan I Nyoman Harnanta. Dalam vonis yang diketok pada 6 Desember silam tersebut, majelis hakim menilai pemecatan sebagai Kakanwil dan pengaktifan kembali sebagai dosen di IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi secara prosedural bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan asas profesionalitas sebagai bagian dari asas-asas umum pemerintahan yang baik.

"Mekanisme mutasi dan pemberhentian dari jabatan struktural eselon II A kembali kepada jabatan fungsional tidak mengikuti pola yang diatur dalam pasal 9 angka 2 PP No 100/2000 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural," tulis putusan dalam halaman 38.

Dalam alasan pemberhentian tersebut, Menag menilai mutasi dan rotasi ini sebagai hal yang wajar. Selain itu, diharapkan kemampuan dan pengalaman Marwazi dapat meningkatkan kualitas dan kinerja di lingkungan IAIN Sultan Thaha.

"Penggugat sebagai abdi negara seharusnya bersedia ditempatkan di mana saja dan melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan sumpah/janji setiap pegawai," demikian alasan keluarnya SK tersebut. Tidak dijelaskan dalam vonis tersebut apakah Menag banding atau menerima vonis tersebut.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%