detikcom
Selasa, 05/03/2013 11:50 WIB

Hari ke-141 Jokowi

Jokowi: Saya Sering Diliput Media Karena Saya Seksi

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang hobi blusukan selalu dikejar para awak media. Jokowi mengatakan bahwa dia dikejar karena dia seksi. Maksudnya?

"Mungkin media suka mengikuti saya karena saya seksi. Kan seksi, kalau gubernur lagi di jalan terus di-shoot. Apalagi gubernur kecemplung got. Itu kan seksi hehehe..," ujar Jokowi dan disambut tawa para hadirin.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan kuliah umum kepemimpiman di hadapan 20 siswa Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri di Main Hall Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2013).

"Kalau pimpinan hanya duduk saja di kantor lalu terima laporan dari anak buah, apa seksinya gambar yang diambil media," imbuhnya.

Jokowi juga menegaskan bahwa dirinya tak pernah mengajak wartawan saat dia blusukan. Menurutnya itu terbukti dengan banyaknya wartawan yang nyasar saat mengejarnya.

"Lihat saja mereka (sambil menunjuk awak media di barisan paling belakang) yang suka mengikuti saya. Mereka suka nyasar kan," katanya.

Menurutnya, pandangan masyarakat terhadap pejabat saat ini sudah berubah. Masyarakat tidak lagi suka kepada pejabat yang bergaya eksekutif.

"Mau tidak mau harus gaul dengan masyarakat dengan rakyat," pesan Jokowi yang mengenakan kemeja putih ini.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(sip/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%