detikcom
Selasa, 05/03/2013 08:36 WIB

9 Hakim Konstitusi Berpeluang Pimpin MK, Siapa Terkuat?

Andi Saputra - detikNews
Mahfud MD dan 8 hakim konstitusi (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Masuknya Arief Hidayat ke Medan Merdeka Barat melengkapi kursi hakim konstitusi yang ditinggalkan Mahfud MD karena habis masa jabatan. Dengan lengkapnya kursi 9 orang pengawal konstitusi itu maka segera digelar pemilihan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) secara internal. Siapa paling berpeluang?

"Semua punya peluang menjadi MK 1, tinggal bagaimana di antara mereka memilih yang terbaik di antara mereka," kata pengamat hukum tata negara, Dr Irmanputra Sidin saat berbincang dengan detikcom, Selasa (4/3/2013).

Selain Arief Hidayat yang baru masuk, 8 hakim konstitusi lainnya yaitu Akil Mochtar, Maria Farida Indarti, Achmad Sodiki, Hamdan Zulfa, M Alim, Harjono, Anwar Usman dan Ahmad Fadlil Sumadi. Saat ini, Achmad Sodiki juga menjabat Wakil Ketua MK.

"Semua punya peluang, kredibilitas dan potensi yang sama menjadi Ketua MK," ujar Irman.

Hal senada juga diungkapkan dari dalam MK sendiri. Akil Mochtar yang paling banyak tampil di media setelah Mahfud MD, mengaku semua hakim konstitusi punya kans sama. Dirinya sendiri tidak berani bertaruh apakah namanya yang kelak akan terpilih memimpin lembaga the guardian of constitution tersebut.

"9 Hakim konstitusi itu sama-sama berpeluang," ujar Akil saat dihubungi terpisah.

Adapun anggota Komisi III DPR dari FPKS, Indra secara tersirat yakin Arief Hidayat yang akan menjadi Ketua MK.

"Seluruh hakim MK yang menjadi ketua MK adalah hasil dari fit and proper test Komisi III. Saya berani katakan, dari track recordnya, hasil fit and proper test DPR diakui," ujar Indra.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%