detikcom
Minggu, 03/03/2013 18:57 WIB

Pimpin Matara, Bima Arya: Ini Ormas Anak Muda

Danu Damarjati - detikNews
Bima Arya bersama Hatta Rajasa dalam acara soft launching Matara
Jakarta - Ketua DPP PAN Bima Arya ditunjuk menjadi ketua umum organisasi sayap Matahari Nusantara (Matara). Organisasi ini difokuskan untuk menarik dukungan anak muda pada pemilu 2014.

“Kita di sini punya visi yang sama, mengubah wajah politik menjadi lebih ramah di mata anak muda,” kata Bima di kantor Matara, Jl Ciasem II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2013).

Bima mengatakan setidaknya ada tiga fokus gerakan Matara ke depan, yaitu memberikan pencerahan kepada pemuda, memberdayakan anak muda, serta melakukan proses kaderisasi. Pembentukan Matara sendiri melibatkan anak muda dari berbagai latar belakang seperti aktivis, profesional, pengusaha, akademisi, hingga seniman.

Bima menambahkan jumlah anak muda di bawah usia 40 tahun di Indonesia berjumlah sebanyak 90 juta jiwa atau sekitar 50% dari jumlah pemilih di Pemilu. Matara tidak ingin 17,5% anak muda dari jumlah pemilih dalam pemilu itu antipartai. Oleh karenanya, melalui Matara, Bima ingin memiliki tujuan untuk mengubah wajah politik di tanah air agar lebih ramah.

“Jadi target kita bukan sekadar berapa suara yang akan kita raih, tapi bagaimana mengubah wajah politik agar lebih ramah. Matara rumah anak muda yang ingin berjuang di politik,” ujarnya.

Kendati demikian, Bima tidak menampik bahwa Matara adalah salah satu cara untuk mendongkrak perolehan suara PAN pada pemilu mendatang. Meski secara garis besar fokusnya pada pendidikan, baik pendidikan politik dan pembangunan karakter.

Bima menjelaskan, Matara adalah organisasi otonom, tetapi berinduk kepada PAN. Artinya, garis kebijakan yang dijalankan oleh Matara tidak akan berbeda dengan PAN.

“Salah satu alasan rumah Matara ini kita bangun agar menjadi inspirasi bagi anak muda. Jangan sampai anak muda ini berpolitik hanya karena urusan pragmatis dan transaksional,” terangnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(dnu/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
MustRead close