Minggu, 03/03/2013 16:35 WIB

Yenny & Keluarga Ciganjur ke Rumah Anas Jenguk KH Attabik Ali

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Yenny Wahid bertandang ke rumah Anas Urbaningrum bukan untuk memberi dukungan. Dia bersama ibunya Sinta Nuriyah dan suaminya A Dhohir Farisi datang menjenguk mertua Anas, KH Attabik Ali yang tengah sakit dan berada di Duren Sawit, Jaktim.

"Ya, saya dan keluarga memang bertujuan untuk silaturrahmi dan menjenguk KH. Attabik Ali yang sedang sakit dan beristirahat di rumah Anas, Jadi, kami tidak membahas politik, apalagi hukum. Bahwa hukum harus ditegakkan bagi siapapun yang terlibat termasuk Anas Urbaningrum," tandas Yenny yang juga Direktur The Wahid Institute dalam keterangannya, Minggu (3/3/2013).

KH. Attabik Ali pengasuh pesantren Krapyak Yogyakarta adalah putra dari almarhum KH. Ali Maksum sebagai Rais Syuriah PBNU dan Gus Dur sebagai Ketua Umum PBNU . Selain itu KH. Maksum juga sebagai pembimbing skripsi Shinta Nuriyah sewaktu kuliah di UGM Yogyakarta.

"Jadi, kehadiran keluarga Ciganjur bukan dalam rangka mendukung Anas yang diduga terlibat korupsi proyek Hambalang," ujarnya.

Yenny menegaskan jika kedatangannya ke rumah Anas tersebut juga bukan sebagai langkah intervensi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami mendukung penuh kerja-kerja professional KPK untuk menindak siapapun yang terlibat korupsi, terima gratifikasi, dan pelanggaran hukum yang lain. Karena hanya dengan penegakan hukum, negara ini akan maju, berdaulat dan bermartabat," tambah Ketua Umum DPN PKBIB.

"Gus Dur mengajarkan kepada keluarga untuk tidak memutus tali silaturrahmi dengan siappun, apalagi keluarga besar NU," tuturnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%