Jumat, 01/03/2013 20:17 WIB

Partai NasDem Launching Pendaftaran Caleg se-Indonesia di Bandung

Oris Riswan Budiana - detikNews
Bandung, - Partai Nasional Demokrat (NasDem) melaunching pendaftaran caleg se-Indonesia di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Jumat (1/3/2013) malam. Launching itu merupakan awal dari pendaftaran caleg di semua tingkatan mulai dari DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

Kegiatan akan dibuka Ketum DPP NasDem Surya Paloh, pengurus DPP, perwakilan DPW, dan DPD seluruh Indonesia, termasuk perwakilan sayap partai.

"Dari semua unsur masyarakat dan golongan, hari ini secara simbolik diberi kesempatan untuk mencalonkan," kata Ketua DPW NasDem Jabar Ferry Mursidan Baldan.

Mereka yang akan mendaftarkan diri hari ini di antaranya Siti Nurbaya (mantan sekjen Kemendagri), Kurtubi (pakar perminyakan), Taufik Basari (aktivis pegiat hukum), Meli Manuhutu (artis sekaligus pegiat sosial).

Bukan hanya kader NasDem, orang di luar NasDem juga bisa mendaftar jadi caleg. "Ruang untuk masyarakat di luar pengurus Partai Nasdem dibuka seluas-luasnya walaupun mereka bukan pengurus," jelas Ferry.

Pendaftaran bisa dilakukan secara online melalui www.partainasdemo250.org legislatif. Selain itu, pendaftaran bisa dilakukan di kantor Partai Nasdem se-Indonesia. Proses pendaftaran akan dilakukan hingga minggu ketiga Maret.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ern/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%