Detik.com News
Detik.com
Jumat, 01/03/2013 16:42 WIB

Polisi Buru Sopir Bus Maut di Labuhan Batu Sumut

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Kecelakaan bus yang menyebabkan tiga orang tewas dan belasan korban luka di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut) kini dalam pengusutan polisi. Petugas tengah mengejar sopir bus yang melarikan diri.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Labuhan Batu, AKP Faidil Zikri menyatakan identitas pengemudi bus tersebut sudah diketahui. Yakni atas nama Tomantala Simamora.

"Dia melarikan diri setelah kejadian," kata Faidil Zikri kepada wartawan melalui telepon, Jumat (1/3/2013) sore.

Terkait kecelakaan itu, Faidil menyatakan persisnya kecelakaan itu terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 03.30 WIB. Bermula ketika bus Makmur bernomor polisi BK 7615 DI yang dikemudikan Simamora, datang dengan kecepatan tinggi dari Pangkalan Kerinci menuju Medan.

Tiba di lokasi kejadian, Jumat pagi sekitar pukul 03.30 WIB, pengemudi diduga tidak melihat ada truk barang bernomor polisi BK 9941 BF sedang parkir. Tabrakan pun terjadi.

"Truk ini sedang parkir karena rusak," kata Faidil.

Berikutnya bus Makmur ini bertabrakan lagi dengan mobil tangki bernomor polisi BK 9011 CL yang datang dari arah depan. Lokasi tabrakan ini berada di kilometer 278-279 Jalan Lintas Sumatera di kawasan Kampung Baru, Kecamatan Bilah Barat, Labuhan Batu.

Akibatnya tiga orang tewas dalam kecelakaan ini. Selain itu, ada 6 orang yang luka berat dan 9 orang luka ringan. Seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantau Prapat di Rantau Prapat ibukota Labuhan Batu.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%