detikcom
Jumat, 01/03/2013 15:08 WIB

Perkosa Wanita Jepang, 2 Pelaut AS Dibui 9-10 Tahun

Rita Uli Hutapea - detikNews
Tokyo, - Dua personel Angkatan Laut Amerika Serikat divonis penjara 10 tahun dan 9 tahun atas pemerkosaan seorang wanita Jepang. Kasus pemerkosaan yang terjadi di Okinawa, Jepang pada Oktober 2012 itu telah menuai kemarahan publik.

Pengadilan Distrik Naha di Okinawa menyatakan, Christopher Browning (24) dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Sementara rekannya, Skyler Dozierwalker (23) divonis 9 tahun penjara. Demikian seperti diberitakan media lokal, Jiji Press dan dilansir AFP, Jumat (1/3/2013).

Browning dan Dozierwalker, yang tidak ditempatkan di Okinawa itu, baru saja minum-minum alkohol saat kejadian. Selain memperkosa, kedua pelaut AS itu juga menyebabkan korban terluka di bagian leher.

Kedua pria itu menyerang korban di Okinawa saat kunjungan singkat ke pulau semitropis Jepang itu. Kasus ini telah memicu kemarahan publik Jepang dan semakin meningkatkan sentimen anti-Amerika.

Okinawa merupakan tuan rumah atas lebih dari 47 ribu personel militer AS di Jepang. Kasus pemerkosaan wanita Okinawa itu telah mendorong serangkaian aksi demonstrasi di Jepang. Otoritas AS pun akhirnya menerapkan aturan jam malam nasional bagi seluruh personel militer AS di negeri Sakura itu.

Namun meski adanya aturan jam malam, sejumlah pelanggaran yang melibatkan personel militer AS terus terjadi.

Kasus paling menggemparkan terjadi pada tahun 1995 silam. Saat itu, seorang anak perempuan berumur 12 tahun diperkosa bergiliran oleh beberapa tentara AS di Okinawa. Insiden ini menimbulkan aksi protes besar-besaran, yang mendorong kesepakatan AS-Jepang untuk mengurangi jumlah pasukan AS yang ditempatkan di Okinawa.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%