detikcom
Jumat, 01/03/2013 14:26 WIB

Polisi Diminta Segera Usut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di SMA di Jaktim

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Polisi diminta segera mengusut dugaan pelecehan seksual oleh guru SMA di Jakarta Timur (Jaktim). Laporan pada kepolisian sudah dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sejak 9 Februari 2013 lalu, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut.

"KPAI berharap Polda Metro Jaya segera menuntaskan kasus ini dan Dinas Pendidikan segera menindak pelaku sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Kadiv Wasmonev KPAI M Ihsan dalam keterangannya, Jumat (1/3/2013).

Apalagi, lanjut Ihsan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta terkesan tidak berpihak pada korban kejahatan seksual di SMAN Jakarta. Sang guru tetap mengajar, padahal sudah ada laporan dugaan pelecehan seksual.

"Gubernur DKI Jakarta harus segera minta penjelasan pada kepala Dinas Pendidikan dan jika terbukti Dinas Pendidikan melakukan kelalaian harus diberi sanksi tegas. Kejadian ini merupakan potret buruknya perlindungan anak di lingkungan pendidikan," imbuhnya.

Korban yang merupakan siswi kelas XII itu mengaku diminta melakukan oral seks oleh oknum guru itu. Dia melaporkan kasus itu ke KPAI pada 8 Februari. KPAI melaporkan ke polisi pada 9 Februari.

"Sungguh disayangkan, korban merasa diintimidasi oleh Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan dan sampai saat ini pelaku belum diproses dan dikenakan sanksi oleh Dinas Pendidikan, minimal nonaktif sampai ada putusan hukum," jelasnya.

"Kami sangat menyesalkan sikap yang diambil oleh Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang tidak perspektif korban dengan memanggil korban ke sidang sekolah dan ke Dinas Pendidikan. Ini bentuk intimidasi terhadap korban karena tidak didampingi oleh KPAI," tambahnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ndr/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%