Jumat, 01/03/2013 14:35 WIB

Ketua MPR RI: Perkuat Indonesia dengan 3 Hal Ini

Eddi Santosa - detikNews
Jakarta - Dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sangat diperlukan penguatan dalam tiga hal, yaitu ideologi bangsa, kekuatan TNI, dan diplomasi.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Taufik Kiemas saat menerima kunjungan 21 orang diplomat peserta Diklat Sekolah Staf Pimpinan Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan 48 dari Kemlu RI di ruang kerjanya, Kamis (28/2/2013).

"Oleh karena itu, ketiga hal utama tersebut seyogyanya tetap menjadi prioritas yang didukung penuh oleh alokasi anggaran memadai," ujar Kiemas, seperti disampaikan peserta diklat Azis Nurwahyudi kepada detikcom.

Pada kesempatan singkat itu Taufik juga memberi pencerahan mengenai upaya yang dilakukan MPR RI untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman di kalangan aparatur negara dan warga negara mengenai empat pilar penting kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Empat pilar itu yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan RI, dan Bhinneka Tunggal Ika perlu terus disosialisasikan dan dapat dijadikan salah satu materi kurikulum Diklat Pimpinan ini," pesan Kiemas.

Sementara itu pada dialog mengenai dinamika peran dan fungsi MPR RI dalam ketatanegaraan dengan Wakil Ketua Hajrianto Y. Tohari disampaikan bahwa setelah amandemen UUD 1945, MPR RI bukan lagi merupakan lembaga tertinggi negara, namun berubah menjadi lembaga tinggi negara.

"Namun demikian, meski secara kelembagaan MPR bukan lembaga tertinggi, akan tetapi dalam konteks perundang-undangan berdasarkan UU No. 12 Tahun 2011 ketetapan MPR menempati hirarki tertinggi setelah UUD 1945," papar Tohari.

Selain pimpinan MPR RI, sebelumnya Deputi Perundang-Undangan pada Sekretariat Jenderal DPR RI Johnson Radjagukguk juga telah menerima para peserta diklat Sesparlu dan menjelaskan mengenai proses pembuatan Undang-Undang sebagai salah satu instrumen kebijakan publik.

Kunjungan ke DPR dan MPR RI ini merupakan salah satu agenda Diklat Pimpinan Tingkat II yang diselenggarakan bersama antara Kemlu RI dengan Lembaga Administrasi Negara," imbuh Direktur Sekolah Staf Pimpinan Kementerian Luar Negeri Dr. Pribadi Sutiono.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(es/es)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%