detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 15:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 01/03/2013 13:54 WIB

10 Ribu Tentara AS Ikut Latihan Militer Gabungan di Korsel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Seoul, - Ribuan pasukan Amerika Serikat berkumpul di Korea Selatan (Korsel) hari ini untuk memulai latihan militer gabungan tahunan. Latihan gabungan ini akan digelar di tengah meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea menyusul uji coba nuklir Korea Utara (Korut).

Latihan gabungan AS-Korsel yang dikenal dengan nama Foal Eagle tersebut, akan berlangsung hingga 30 April mendatang. Latihan ini akan melibatkan lebih dari 10 ribu prajurit AS serta pasukan Korsel yang jumlahnya lebih besar.

"Pasukan AS dikerahkan dari pangkalan-pangkalan di AS, Pasifik dan Jepang," ujar seorang pejabat militer seperti dilansir kantor berita Korsel, Yonhap dan diberitakan AFP, Jumat (1/3/2013).

Latihan ini akan melibatkan operasi darat, udara dan laut. Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, latihan gabungan ini akan dimulai hari Jumat ini.

Secara terpisah, pasukan AS dan Korsel akan melakukan latihan simulasi komputer yang diberi nama Key Resolve mulai 11-21 Maret mendatang. Latihan ini akan melibatkan 3.500 tentara AS dan 10.000 prajurit Korsel.

Rival Korsel, Korut menyebut latihan itu sebagai uji coba untuk invasi. Namun Washington dan Seoul bersikeras bahwa latihan itu semata-mata bersifat pertahanan.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%