detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 20:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 01/03/2013 13:32 WIB

Ganti Wajah, Koran SINDO Ciptakan Generasi Semangat Baru

Advertorial - detikNews
Jakarta - Tujuh tahun menjadi sumber referensi terpercaya, Harian Seputar Indonesia akhirnya resmi berganti nama menjadi Koran SINDO pada 1 Maret 2013. Mengusung tagline Generasi Semangat Baru, koran SINDO mengajak masyarakat Indonesia khususnya anak muda untuk berubah menjadi lebih baik.

Simbolisasi pergantian wajah lama Harian Seputar Indonesia menjadi Koran SINDO dilakukan oleh Bpk. Hary Tanoesoedibjo selaku Pemimpin Umum PT Media Nusantara Informasi (MNI) di Auditorium MNC Tower, Kebon Sirih - Jakarta (1/3). Turut menyaksikan, Pemimpin Redaksi Koran SINDO Bpk. Sururi Alfaruq dan Wakil Pemimpin Perusahaan PT MNI Ibu Priscilla D. Airin.

Hary Tanoesoedibjo mengatakan, "Jika ingin mencapai tujuan, maka kita harus berubah demi menjadi lebih baik di keesokan hari. Demikian juga Harian Seputar Indonesia yang sudah berubah menjadi Koran SINDO harus meningkatkan kualitas kerjanya. Membuat artikel yang bagus dan disukai pembaca, distribusi semakin baik supaya Koran SINDO mudah dicari dan terbit tepat waktu. Kuncinya adalah konsisten," ujar Hary.

Sementara itu Sururi Alfaruq menjelaskan perubahan dilakukan berdasarkan hasil survey litbang Koran SINDO. "Perubahan bukan hanya terjadi pada logo tapi juga pada layout yang menjadi view paper alias lebih dominan di grafis dan foto. Demikian juga dari sisi konten. Setiap hari kami mengajak pembaca untuk ikut menentukan headline edisi besok."

"Selain itu ada halaman Poros Mahasiswa dan section Gen SINDO untuk memberi kesempatan pada anak muda yang mengolah. Kami juga lebih banyak melibatkan masyarakat. Mereka bisa mengirim foto traveling untuk dimuat dan masih banyak halaman khusus lainnya," paparnya.

"Ke depannya akan terus diadakan survey untuk mengetahui apa yang diinginkan pembaca supaya Koran SINDO bisa terus survive dan menjadi media cetak nomor satu di Indonesia," pungkas Sururi.

Konferensi pers Generasi Semangat Baru juga menghadirkan tokoh-tokoh sukses yang menginspirasi anak muda yaitu Billy Boen, Rhenald Kasali, Happy Salma dan Donna Agnesia. Keempatnya berbagi cerita tentang passion di bidang pekerjaan masing-masing dan perspektif mengenai Generasi Semangat Baru.

Dalam acara yang mengundang 50 pembaca setia Koran SINDO tersebut, turut diperkenalkan Sepeda Semangat Baru yang akan lewat di komplek-komplek perumahan, program Kampus Time alias kunjungan ke kampus-kampus untuk menularkan Semangat Baru dan penandatanganan MoU dengan Blue Bird Group. Jadi, mulai sekarang Koran SINDO dapat dinikmati di semua armada taksi Blue Bird.

Rangkaian acara 'Generasi Semangat Baru' pada 1 Maret 2013 diawali dengan pelepasan balon ke udara di Bundaran Hotel Indonesia sebagai tanda berubahnya nama Harian Seputar Indonesia menjadi Koran SINDO. Selain itu, ada Mobil Semangat Baru yang standby di 12 titik se-Jakarta untuk menawarkan paket Koran SINDO+menu sarapan seharga Rp 3.000 saja. Mobil Semangat Baru dapat ditemui di Rawamangun, Kampung Melayu, UKI Cililitan, Bulungan, Lebak Bulus, Cibubur, Fatmawati, Senen, Kelapa Gading, Pasar Rebo, Depok dan Bekasi.

Informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.koran-sindo.com atau hubungi Talk Center Koran SINDO di (021) 3911518.

(adv/adv)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close