detikcom
Jumat, 01/03/2013 12:14 WIB

Diantar Pocong, ARTO Mendaftar Jadi Cagub Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Semarang - Gedung KPUD Jawa Tengah dihebohkan kemunculan delapan pocong. Pocong yang datang bersama seorang dukun itu bukan untuk menghantui jajaran pimpinan KPUD, melainkan mengantar pasangan ARTO mendaftar diri sebagai kontestan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah.

ARTO adalah akrononim untuk pasangan Arief Eka Atmaja dan Tri Hartanto. Seperti layaknya kandidat kontestan pemilu kada, mereka tidak lupa membawa amplop berisi 'berkas-berkas' yang disyaratkan oleh KPUD.

"Jawa Tengah jaya! Saya kaya, Anda sejahtera!" teriak ARTO ketika melintas di Jl Pahlawan, Semarang, Jumat (1/3/2013).

Anda merasa aneh dengan visi dan misi yang pasangan itu teriakan?

Perlu diketahui ARTO adalah bahasa Jawa untuk kata uang. Sedangkan pasangan Arief Eka Atmaja dan Tri Hartanto yang mengenakan beskap, adalah dua mahasiswa anggota KAMMI Semarang.

Ya, mereka ini adalah aksi teatrikal untuk mengejek parpol yang hingga kini belum juga memunculkan jagoan masing-masing untuk Pilgub Jateng. Pocong adalah sindirian kepada KPUD karena dalam DP4 Kelurahan Mayahan Kabupaten Grobogan terdapat sembilan nama setan.

Sepanjang perjalanan menuju Kantor KPUD Jateng di Jl Veteran yang letaknya sekitar 1,5 km, si dukun menaburkan bunga melati. Sesampainya di gedung KPU mereka kembali berorasi sembari menunggu panitia pendaftaran Pilgub Jateng 2013 menemui mereka.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(lh/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%