Rabu, 27/02/2013 21:33 WIB

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Rp 71,5 M di Kemenag

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan 3 tersangka dugaan korupsi di Kementerian Agama (Kemenag). Dugaan tersebut terkait proyek pengadaan alat Laboratorim IPA di MTs dan MA Tahun 2010 senilai RP 71,5 miliar.

"Pada tanggal 25 Februari, tim penyidik menambah 3 orang lagi tersangka, yaitu FB (Dosen), RR (PNS di Kemenag) dan AM (Sekdirjen Pendidikan Islam)," kata Plh Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Arwoko, dalam keterangan persnya, Rabu (27/2/2013).

Arwoko menambahkan penetapan tersangka tersebut didasarkan pada surat perintah penyidikan nomor print 23-25/F.2/Fd.1/02/2013. Kejagung juga akan segera melakukan upaya pencekalan kepada para tersangka.

"Akan segera kami cekal para tersangkanya," ucap Arwoko.

Arwoko menambahkan nilai dugaan tindak pidana korupsi dibagi berdasarkan 2 kegiatan. Pertama pengadaan alat laboratorium IPA di MTs tahun 2010 dengan nilai kegiatan Rp 27,5 miliar dan laboratorium IPA di MA dengan nilai kegiatan Rp 44 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBNP Dirjen Pendidikan Islam tahun 2010.

Arwoko mengatakan sebelumnya kejagung telah menetapkan 2 orang tersangka yaitu Drs H A Saifuddin MA Direktur Pendidikan Madrasah pada Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI TA 2010 yang berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dan IBM Jaya Martha selaku Konsultan IT Kementerian Agama RI.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(slm/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%