detikcom
Rabu, 27/02/2013 17:04 WIB

Bobol BRI Rp 123,8 Miliar, Rasyid & Muslimin Divonis 15 Tahun Penjara

Andi Saputra - detikNews
Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman pembobol BRI Capem Veteran Palembang, Abdul Rasyid dan Amrah Muslimin menjadi 15 tahun. Keduanya sukses membobol bank pelat merah tersebut Rp 123.816.000.000 bersama account officer Ishak Suhadi.

"Baik Abdul Rasyid maupun Amrah Muslimin oleh majelis hakim agung tersebut dijatuhi hukuman masing-masing 15 tahun penjara," demikian kata salah seorang anggota majelis, Krisna Harahap saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/2/2012).

MA memperberat hukuman keduanya 3 tahun lebih lama dibandingkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Duduk juga dalam majelis itu Komariah Emong Sapardjaja selaku ketua dan Surachmin. Putusan yang diketok hari ini juga menghukum keduanya dengan denda Rp 500 juta. Selain itu, mantan Direktur Utama PT Kelana Prestasi Bersaudara wajib mengembalikan kerugian negara Rp 42.475.378.955.

"Apabila uang kerugian negara ini tidak dikembalikan meraka berdua harus menjalani hukuman tambahan selama 7 tahun lagi," ujarnya.

Modus mereka menggarong uang negara tersebut yaitu membuat kredit fiktif kategori kredit usaha rakyat sebanyak 42 orang, kredit modal kerja 11 orang, kredit ekspres 64 orang, kredit perumahan rakyat 9 orang dan kredit multi guna sebanyak 1 orang.

Selanjutnya, orang-orang tersebut dipinjam fotocopi KTP, kartu Keluarga NPWP, menjadi seolah-olah menjadi para peminjam kredit dan diberikan imbalan Rp 2 juta. Hingga akhirnya proses pencairan dimasukkan dalam rekening PT Kelana Prestasi Bersaudara. Seiring waktu, aksi ini terungkap berdasarkan audit kerugian negara yang dihitung BPKP Sumsel.

Adapun Ishak Suhadi dihukum MA sesuai keputusan Pengadilan Tinggi Palembang yakni 10 tahun dengan denda Rp 500 juta dan harus mengembalikan kepada negara Rp 12 juta.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(asp/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%