Detik.com News
Detik.com
Selasa, 26/02/2013 19:57 WIB

Polisi Tangkap 8 Pemain Judi Micky Mouse di Pademangan

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - 8 orang pemain judi via online tertangkap saat sedang asyik mengklik mouse komputer untuk memasang taruhan. Permainan judi ini meresahkan warga sekitar.

"Pelaku tertangkap tangan sedang menyelenggarakan dan melakukan permainan judi jenis micky mouse. Judi ini menggunakan sistem online melalui komputer dengan membeli voucher sebesar Rp 50 ribu untuk 2 ribu poin judi," kata Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Utara AKBP Daddy Hartady di Mapolrestro Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara, selasa (26/2/2013).

Mereka yang tertangkap adalah Acan sebagai bandar, Wei-Wei, Erwin, Budi Yamin, Li Kwet Jin, Kim Fu, Mamad Soleh, dan Phang Min Fie. 8 orang ini tertangkap pada tanggal 16 Februari 2013 sekitar pukul 22.30 WIB.

"Tertangkap di sebuah rumah di Jalan Budi Mulia RT 06/05 Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara," ujar Daddy.

Dari penggerebekan, polisi menyita uang tunai Rp 4.499.000, 26 unit komputer, 1 unit laptop merk Byon, 25 lembar magnetic card, 7 lembar member card, 1 unit handphone merk Nokia E90, dan 1 unit kalkulator.

"Pada pukul 22.30 WIB, polisi mendatangi TKP dan berhasil menangkap para pelaku yang kedapatan sedang melakukan permainan judi tersebut. Saksinya Aipda Jaenal dan Brigadir Suwandi Antapraja," ujar Daddy.

Selanjutnya, kedelapan pencari kekayaan mendadak ini dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman kurungan penjara maksimal 4 tahun.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%