Detik.com News

Selasa, 26/02/2013 19:38 WIB

Tentara AS mengakui pemerkosaan di Okinawa

BBCIndonesia.com - detikNews
Pulau Okinawa

Pulau Okinawa menjadi rumah bagi pangkalan militer terbesar AS di Asia.

Dua tentara Amerika Serikat mengaku bersalah memperkosa seorang perempuan Jepang di Pulau Okinawa.

Perempuan itu diperkosa oleh Skyler Dozierwalker dan Christopher Browning yang sedang melakukan kunjungan singkat ke pangkalan militer Amerika Serikat tersebut.

Seorang tentara mengatakan kepada jaksa penuntut umum bahwa dia mengira tidak akan tertangkap karena akan segera meninggalkan tempat itu beberapa jam setelah pemerkosaan, seperti dilaporkan wartawan BBC di Tokyo, Rupert Wingfield-Hayes.

Setelah pemerkosaan, berkembang sentimen anti-Amerikat Serikat di kalangan warga setempat dan jam malam sempat diberlakukan atas sekitar 47.000 tentara AS yang ditempatkan di sana.

Pemerintah Jepang sudah menyampaikan protes resmi atas kejahatan yang dilakukan kedua tentara tersebut.

Tahun 1995, tiga tentara AS memperkosa seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang memicu kemarahan masyarakat Jepang yang kembali mempertanyakan keberadaan pangkalan AS itu.

Pulau Okinawa merupakan lokasi pangkalan militer AS terbesar di kawasan Asia.

Para pengamat berpendapat pangkalan itu menjadi semakin penting di tengah upaya pemeritah Washington untuk menghadapi peningkatan kekuatan militer Cina.

(bbc/bbc)

  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%