detikcom
Senin, 25/02/2013 01:32 WIB

Perayaan Festival Cap Go Meh di Singkawang Meriah

Prins David Saut - detikNews
Singkawang - Suasana mendung yang tenang di kota Singkawang, Kalimantan Barat, tidak menyurutkan masyarakat setempat untuk menyaksikan festival cap go meh di kota seribu klenteng ini. Kota amoi ini dihiasi lampion-lampion merah oriental yang menarik mata sepanjang sudut kota ini, seperti di Jalan Diponegoro, Jalan AG Situt, dan sejumlah jalan lainnya.

Festival 15 hari setelah imlek ini berhasil membuat kota Singkawang penuh dengan para pelancong dari Kalimantan Barat hingga pulau Jawa. Terbukti dengan sulitnya mencari penginapan di kota ini pada minggu-minggu menjelang cap go meh.

Seperti yang dialami detikcom saat menyaksikan perayaan yang akan menjadi andalan pariwisata Singkawang ini, Minggu (24/2/2013). Sebuah penginapan mengaku tidak lagi memiliki kamar, namun penginapan tersebut telah mengubah sebuah tempat pendidikan usia dini menjadi kamar tidur, cap go meh di Singkawang berhasil pikat wisatawan.

"Memang kalau mendekati cap go meh itu hampir semua hotel penuh di sini. Sampai ada warga yang menjadikan rumahnya menjadi homestay," kata salah satu wisatawan asal Pontianak, Dwi.

Rangkaian festival cap go meh sudah dimulai sejak Jumat (22/2), dengan upacara membuka mata naga dan pawai lampion liong (naga) keliling kota. Pawai ini berhasil mencuri perhatian para wisatawan dan warga setempat.

Puncak cap go meh sendiri dibuka oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dengan menabuh drum barongsai. Tidak berapa lama kemudian barisan pawai tatung berarakan keliling kota.

Aksi para tatung yang menusuk pipi mereka dengan besi dan duduk di kursi beralaskan mata pisau yang tajam membuat takjub ribuan pengunjung acara puncak cap go meh di Singkawang ini. Para pengunjung yang sebagian besar adalah para pelancong mengabadikan para tatung tersebut dengan handphone, tablet, dan gadget lainnya.

Sebelum dibuka, aksi 50 penari menarikan tarian tiga unsur khas Kalimantan Barat memanaskan ketertarikan para pengunjung. Acara ini sendiri dihadiri 16 tamu internasional dari kedutaan besar, sebagai upaya mengenalkan Singkawang. Para tamu internasional tersebut berasal dari Afghanistan, Brunei Darussalam, Kamboja, Kuba, Iran, Kenya, Laos, Myanmar, Palestina, Polandia, Somalia, Afrika Selatan, Sri Lanka, Thailand, Direktur Unesco, dan Zimbabwe.

"Cara memperkenalkan satu kota melalui budaya dan olahraga. Saya harapkan festival unik di Singkawang ini sekaliber dunia. Kalau sudah sekali jadi festival ini akan jadi peningkatan ekonomi," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar dalam sambutannya menemani Agung Laksono.

Pepatah Dayak pun menyambut meriahnya cap go meh di Singkawang. 'Adil ka tarino, bacuramin ka saruga, basengat ka jubata', yang lalu disambut sorakan pengunjung, 'Auuu!'

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(vid/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%