Minggu, 24/02/2013 23:40 WIB
Gigit Seorang Ibu, Anjing Mati Dicelurit Warga di Ciledug
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, Minggu (24/2/2013). Saat itu Ibu Jumarno hendak membeli air galon. Dia melintas di depan rumah H.
Nah kebetulan, salah seorang anak H membuka gerbang hendak mengeluarkan mobil. Tak disangka, anjing jenis herder milik keluarga itu keluar dan tiba-tiba langsung menggigit Ibu Jumarno.
"Betisnya berdarah, kena digigit," kata saksi mata, Darwis (21).
Ibu Jumarno yang digigit berteriak. Pemilik rumah kemudian menarik anjingnya masuk. Tapi teriakan Ibu Jumarno memancing tetangga yang lain.
"Warga minta pemilik rumah membawa ke rumah sakit," terang Darwis.
Tak lama, sang ibu pun dibawa dengan mobil pemilik ke rumah sakit. Korban dibawa ke rumah sakit RS Sari Asih, kemudian ke RS Pelni.
"Dua rumah sakit itu merujuk ke rumah sakit lain. Sampai akhirnya dibawa ke RS Tarakan. Ibu Jumarno disuntik rabies, lukanya sudah parah," jelas Darwis.
Tapi, soal insiden gigitan anjing tak berhenti sampai di situ. Ketika korban dibawa pergi, warga yang berkumpul kemudian mencari anjing itu di balik pagar.
Ada yang membawa celurit dan juga golok. "Ketika anjingnya nongol di pagar langsung dicelurit. Warga terus masuk ke dalam dan membacok anjing itu," papar Darwis.
Tak sampai di situ. Bangkai anjing itu langsung dibawa keluar. Warga menggantungnya di pinggir jalan. Pemilik rumah tak bisa berbuat banyak.
Hingga pukul 23.00 WIB, warga masih berkumpul di sekitar Jl Suna Kalijaga. Mereka menunggu kabar Ibu Jumarno yang tengah dalam perjalanan pulang.
"Polisi juga sudah ada di lokasi. Takut warga berbuat nekat lagi," terang darwis.
(ndr/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kapal Malaysia Tertangkap Curi Ikan di Selat Malaka
680 share this. -
3 Rekaman Sadapan KPK yang Bisa Bikin Luthfi Hasan 'Skak Mat'
593 share this. -
Hidayat Nur Wahid Tak Tahu Luthfi Pernah Cerita Soal Indoguna
422 share this. -
Satpol PP Jaktim Bantah Ada Anggotanya Pukuli PKL
420 share this. -
Blokir Jalan Klender, Ban Belasan Mobil dan Angkot Dikempesi
409 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 18/05/2013 13:43 WIB
Pimpinan Fraksi DPR Harus Jadi Contoh agar Anggotanya Tak Sering Bolos
-
Sabtu, 18/05/2013 13:33 WIB
Menanti Undangan Konvensi Capres, Ini yang Dilakukan Gita Wirjawan
-
Sabtu, 18/05/2013 13:26 WIB
Gita Wirjawan: Saya Mengagumi Sosok Jokowi
-
Sabtu, 18/05/2013 13:11 WIB
Turbulensi Emirates, Penumpang: Pesawat Seperti Disedot
-
Sabtu, 18/05/2013 13:10 WIB
5 Pengedar Narkoba Diciduk Polresta Medan
-
Sabtu, 18/05/2013 12:05 WIB
Ditolak Bercinta, Gadis 19 Tahun Gigit Penis Kekasihnya
-
Sabtu, 18/05/2013 12:59 WIB
Turbulensi Emirates, Penumpang: Pesawat Seperti Disedot
-
Sabtu, 18/05/2013 13:51 WIB
Klewang, Si Raja Geng Motor dan Raja Aksi Tipu-tipu
-
Sabtu, 18/05/2013 12:21 WIB
Ada Foto Jenderal di Markas Pembela Aiptu Labora, Ini Tanggapan Polri
-
Sabtu, 18/05/2013 12:54 WIB
5 Pembunuh Kejam Ini Menanti Eksekusi Mati
-
Sabtu, 18/05/2013 13:20 WIB
Gita Wirjawan: Saya Mengagumi Sosok Jokowi
-
Sabtu, 18/05/2013 11:48 WIB
Malas Kerja, Tukang Pos di Italia Menimbun 400 Kg Surat di Rumahnya
-
Sabtu, 18/05/2013 11:19 WIB
Jalan Berliku Mengeksekusi Mati Pembunuh Sadis Jurit dan Ibrahim
-
408 Komentar
-
262 Komentar
-
220 Komentar
-
216 Komentar
-
213 Komentar
-
208 Komentar
-
202 Komentar
-
200 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,835.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 07:28 WIB
PKS: Semua Jelas, Fathanah Makelar!
-
Sabtu, 18/05/2013 06:54 WIB
3 Rekaman Sadapan KPK yang Bisa Bikin Luthfi Hasan 'Skak Mat'
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

.gif)





_5.gif)



Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
