detikcom
Jumat, 22/02/2013 19:56 WIB

Kejaksaan Agung Cekal 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bibit Hibrida

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan tiga oramh tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit hibrida di Kementrian Pertanian (Kementan). Sebagai tindak lanjutnya, kepada Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM diminta untuk mengenakan status cegah ke luar negeri terhadap ketiganya.

"Suratnya (permintaan status cegah -red) segera dikirim ke imigrasi," kata Jaksa Agung Muda Inteligen, Adjat Sudaradjat kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Ketiga tersangka tersebut adalah Ir K selaku Direktur Utama Pemasaran PT. Sang Hyang Seri (SHS), HTN mantan manager cabang SHS dan SB Manager Cabang SHS. Adjat mengatakan permohonan pencekalan tersebut diterima dari bagian pidana khusus kemarin.

"Kemarin permohonannya," ujar Adjat.

Menurutnya, sesuai dengan UU Keimigrasian no 6/2011 pencekalan tersebut berlaku selama 6 bulan dan dapat di perpanjang 6 bulan sekali. Bukti permulaan adanya peristiwa tindak pidana korupsi di PT SHS bervariasi. Mulai dari rekayasa pelelangan atau tender, biaya pengelolaan cadangan benih nasional sebesar 5 persen dari nilai kontrak tidak pernah disalurkan kepada kantor regional daerah. Rekayasa penentuan harga komoditi sehingga terjadi kemahalan harga, pengadaan benih fiktif, dan penyaluran subsidi benih tidak sesuai peruntukan

Kejaksaan juga telah melakukan penyelidikan ke lapangan di antaranya ke wilayah Jawa Tengah, Banten, Jambi dan Lampung. Dari hasil penyelidikan ditemukan barang bukti penyimpangan di antaranya penggelembungan anggaran. Diperkirakan kerugian negara dalam proyek tahun anggaran 2008-2011 itu di setiap daerah mencapai miliaran rupiah.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(slm/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%