detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 04:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 22/02/2013 18:50 WIB

Aceng Fikri Nikahi Perempuan yang Jadi Pengacara Istrinya

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Aceng Fikri membuat kejutan. Menurut pengacaranya, Ujang Sujai, Aceng telah menikahi Ratu Leni Anggraeni yang juga pengacara istri pertamanya, Nurohimah.

"Menikah 21 Januari 2013. Nikah siri di Bandung, di Hotel Panghegar," jelas Ujang saat berbincang dengan detikcom, Jumat (22/2/2013).

Ujang menuturkan, pernikahan itu dilakukan secara mendadak, berawal dari pertemuan usai konferensi pers menyikapi keputusan Mahkamah Agung (MA).

"Yang tahu menikah hanya sedikit, saya, ajudan, dan sopirnya. Tidak tahu juga siapa saksi, wali, dan berapa maharnya," tutur Ujang.

Leni saat ini sudah tidak lagi menjadi pengacara istri pertama Aceng. Surat kuasa sudah dicabut sejak 3 hari lalu. "Ya istrinya takut disalahgunakan surat izin menikahi Fanny yang 14 Juli lalu itu," jelas Ujang.

Leni masih terlihat mendampingi Nurrohimah saat diperiksa di Mapolda Jabar 5 Februari 2013 lalu. Nurohimah diperiksa sebagai saksi dalam kasus pernikahan siri Aceng Fikri dan Fanny Octora, kasus yang mengakibatkan Aceng dicopot dari jabatan bupati Garut.

Bila benar Leni dinikahi Aceng 21 Januari, maka saat mendampingi Nurrohimah 4 Februari lalu, Leni sebenarnya sudah berstatus sebagai istri Aceng. Leni juga diketahui menjadi pengacara Aceng.
Hingga saat ini belum ada keterangan dari Aceng maupun Leni terkait berita pernikahan ini.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndr/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%