detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 22:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 22/02/2013 17:29 WIB

8 Personel TNI Tewas di Papua, Salah Satunya Anggota Kopassus

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Delapan anggota TNI tewas dalam serangan kelompok serparatis bersenjata di dua kabupaten di Papua. Salah satu di antaranya adalah anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

"Yang satu dari Kopasus. Tapi itu kan anggota yang sudah ditugaskan di sana," ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2013).

Agus menjelaskan tidak ada penambahan pasukan di Papua. Yang ada hanya ada pemindahan pasukan antarwilayah di Papua.

"Kalau ada penambahan pasukan di sekitar situ saja," ucapnya.

Dalam rilis yang dikirim Pusat Penerangan TNI, Kamis (21/2) kemarin, penyerangan dilakukan oleh kelompok bersenjata di dua tempat, yakni Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak. Satu orang tewas di Puncak Jaya, sementara di Kabupaten Puncak, ada tujuh personel TNI yang tewas.

Berikut identitas para korban:

1. Sertu Ramadhan
2. Pratu Edi
3. Praka Jojo Wiharja
4. Pratu Mustofa
5. Praka Wempi
6. Sertu Udin
7. Sertu Frans
8. Pratu Wahyu Prabowo
9. Lettu Inf Reza (luka tembak)


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fiq/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close