detikcom
Jumat, 22/02/2013 17:29 WIB

8 Personel TNI Tewas di Papua, Salah Satunya Anggota Kopassus

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Delapan anggota TNI tewas dalam serangan kelompok serparatis bersenjata di dua kabupaten di Papua. Salah satu di antaranya adalah anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

"Yang satu dari Kopasus. Tapi itu kan anggota yang sudah ditugaskan di sana," ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2013).

Agus menjelaskan tidak ada penambahan pasukan di Papua. Yang ada hanya ada pemindahan pasukan antarwilayah di Papua.

"Kalau ada penambahan pasukan di sekitar situ saja," ucapnya.

Dalam rilis yang dikirim Pusat Penerangan TNI, Kamis (21/2) kemarin, penyerangan dilakukan oleh kelompok bersenjata di dua tempat, yakni Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak. Satu orang tewas di Puncak Jaya, sementara di Kabupaten Puncak, ada tujuh personel TNI yang tewas.

Berikut identitas para korban:

1. Sertu Ramadhan
2. Pratu Edi
3. Praka Jojo Wiharja
4. Pratu Mustofa
5. Praka Wempi
6. Sertu Udin
7. Sertu Frans
8. Pratu Wahyu Prabowo
9. Lettu Inf Reza (luka tembak)


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fiq/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%