Detik.com News
Detik.com

Jumat, 22/02/2013 16:02 WIB

Suhu Politik Indonesia Panas, Slank Batalkan Uji Materi UU Kepolisian

Andri Haryanto - detikNews
Suhu Politik Indonesia Panas, Slank Batalkan Uji Materi UU Kepolisian Slank (rachman/detikcom)
Jakarta - Beberapa konser kelompok Slank batal digelar karena polisi tidak mengeluarkan izin keramaian. Slank menganggap langkah Polri merupakan sebagai bentuk pencekalan dan akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Tetapi rencana itu batal.

Rencana mencabut uji materi setelah menggelar dialog dengan Polri. Lalu, apa alasan kelompok musik yang menyandang Indonesia's Highest-Paid Music Star (bintang musik berbayaran termahal) pada 2008 dan 2009 itu mundur dari uji materi yang diajukan?

"Ada dua hal sebenarnya, ada keputusan dari Polri kepada Slank dan musisi lainya dijamin berekspresi di seluruh Indonesia," kata gitaris Slank, Abdee Negara, dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Senjaya, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2013).

Alasan kedua yaitu suhu politik Indonesia saat ini yang sedang memanas.

"Kedua adalah masalah timing. Kita tahu masalah saat ini di Indonesia lagi panas suhu politiknya dan terbukti ada pihak yang mendekati Slank ikut numpang dalam gerbong ini. Akhirnya kita putuskan karena ini kekuatan besar yang datang ke Slank," jelas Abdee.

"Belum saatnya Slank mengajukan uji materi di suhu politis yang panas seperti ini," imbuh gitaris kelahiran Donggala Sulawesi Tengah dan pernah mengenyam pendidikan musik di sekolah musik milik Dwiki Darmawan.

Slank akhirnya menyatakan akan mencabut uji materi yang pernah dilayangkannya ke MK terkait Pasal 15 ayat 2 (a) UU No 2 tahun 2002. Pasal tersebut mengatur mengenai izin dan rekomendasi kegiatan masyarakat. Slank menilai, akibat pasal tersebut pihaknya beberapa kali gagal manggung. Slank menilai polisi mencekal hak berekspresi rakyat Indonesia.

Kepolisian sendiri beralasan izin tidak dikeluarkan karena berdasarkan hasil evaluasi kepolisian wilayah. Contohnya, konser di bulan Ramadan. Kepolisian khawatir dengan diberikannya izin tersebut, para penggemar yang berjumlah ribuan akan membuat masyarakat tidak nyaman dalam menjalankan puasa.

Alasan lainnya adalah, kerap terjadi korban luka antar penggemar bila konser Slank digelar di beberapa wilayah.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/asp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%