detikcom
Jumat, 22/02/2013 14:38 WIB

Heli TNI Ditembaki, Evakuasi Korban Penembakan di Papua Ditunda

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Proses evakuasi terhadap para korban tewas penembakan di Kabupaten Puncak, Papua, terpaksa ditunda. Selain karena karena faktor cuaca, juga karena helikopter Super Puma TNI AU yang menuju ke lokasi kejadian juga ditembaki oleh kelompok bersenjata. Tidak ada korban jiwa baru dalam serangan ini.

"Ada penembakan terhadap helikopter kita saat evakuasi tadi pagi, kena badan pesawat dan jari kelingking salah seorang awaknya," ungkap Menko Polhukam Djoko Suyanto di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

"Terpaksa evakuasi ditunda dahulu karena faktor keamanan di samping itu cuacanya di sana siang ini berubah cepat. Kita tunggu waktu yang tepat," sambungnya.

Belum ada kepastian siapa pelaku penembakan terhadap helikopter Super Puma TNI AU pagi ini. Apakah dilakukan oleh kelompok bersenjata yang sama dengan yang menyerang pos TNI di Puncak Jaya atau lainnya.

"Belum ada data-datanya siapa yang bergerak, jadi belum bisa diterka pelakunya," ujar mantan Panglima TNI ini.

Menyinggung peluang menggelar operasi militer khusus di Papua untuk mengejar pada pelaku, Djoko menegaskan tergantung hasil rapat terbatas siang ini. Namun yang pasti ada upaya mengejar dan menangkap pelaku oleh satuan TNI dan Polri dengan persenjataan yang sesuai kebutuhan.

"Pelaku kejahatan harus ditangkap apapun operasinya. Tentu sangat terukur sesuai kapasitas dan ancaman yang ada. Mereka bawa senjata api, jadi kan nggak mungkin kita bawa parang," jelasnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mok/lh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%