Detik.com News
Detik.com

Rabu, 20/02/2013 10:02 WIB

Pengurus DPP dan Sayap Partai NasDem Mundur

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Pengurus DPP dan Sayap Partai NasDem Mundur
Jakarta - Kongres Partai Nasional Demokrat (NasDem) telah mengukuhkan Surya Paloh menjadi ketua umum. Namun pengurus DPP yang baru saja dilantik sudah mengundurkan diri bersama sejumlah petinggi sayap partai NasDem. Ada apa?

Organisasi sayap NasDem yang mreteli adalah Badan Advokasi Hukum (BAHU) Partai NasDem. Sejumlah pengurus mulai dari ketua, sekjen, dan pengurus pusat dan daerah BAHU NasDem mengundurkan diri.

"Banyak pengurus BAHU NasDem mundur. Nanti semuanya akan hadir di konferensi pers siang ini," kata Korwil Sumatera BAHU NasDem yang ikut mengundurkan diri, Antony, kepada detikcom, Rabu (20/2/2013).

Mereka akan mengumumkan pengunduran dirinya di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, pukul 12.00 WIB siang nanti.

Nama-nama Pengurus BAHU NasDem yang mundur antara lain Herna Sutana, Adi Wicaksono, Anthony, Muhammad Fajar, Nana Sumarna, dan lain-lain. Selain itu ada pengurus DPP Partai NasDem yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu ikut mundur.

"Ada pengurus yang melekat di DPP Partai NasDem mengundurkan diri. Pak Effendi Syahputra yang duduk di mahkamah partai bersama Pak OC Kaligis," katanya.

Memangnya apa alasan mereka mundur tiba-tiba? Apakah merapat ke Hary Tanoe dan masuk ke Hanura?

"Nanti kita akan jelaskan. Yang jelas karena ada yang sejak awal kita agungkan tapi tidak hasilnya tidak seperti yang kita harapkan," tandasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%