Detik.com News
Detik.com
Rabu, 20/02/2013 06:56 WIB

Jokowi Kembali Gelar Dengar Pendapat Publik Soal MRT Hari Ini

Ray Jordan - detikNews
Jokowi Kembali Gelar Dengar Pendapat Publik Soal MRT Hari Ini
Jakarta - Hingga saat ini, rencana pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta masih terbengkalai. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih menimbang-nimbang dan mendengarkan masukan langsung dari pihak MRT, para ahli transportasi dan warga.

Rencananya hari ini, Rabu (20/2/2013) Jokowi kembali akan menggelar dengar pendapat masyarakat terkait rencana proyek MRT. Informasi yang dihimpun detikcom, agenda tersebut akan digelar pukul 10.00 WIB bertempat di gedung Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, rapat dengar pendapat publik ini juga pernah diselenggarakan oleh Jokowi. Sayangnya, Jokowi masih belum bisa memutuskan kapan proyek ini akan berjalan.

Jokowi juga pernah mengucapkan MRT akan segera dimulai. Dia memastikan pembangunan dua proyek transportasi massal itu akan mulai dikerjakan pada bulan Februari ini.

"Bulan ini insya Allah dua-duanya (MRT dan Monorel) akan kita mulai," ujar Jokowi Selasa (5/2/2013) lalu.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(jor/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%