detikcom
Selasa, 19/02/2013 18:53 WIB

BK: Staf Ahli Anggota DPR Supomo Akui Terima Uang Pegawai BPBD Cianjur

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Ketua Badan Kehormatan (BK) M Prakosa mengungkap hasil pemeriksaan Haris Hartoyo yang dilakukan dua pekan lalu. Dalam pemeriksaan, tenaga ahli anggota DPR Supomo itu mengakui telah menerima uang dari pegawai BPBD M Sukarya.

"Dia mengakui menerima dana sekian-sekian, kemudian dia mengatakan ada Dikdik juga menerima itu," kata Prakosa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Prakosa menuturkan Haris mengakui menerima dana dari Sukarya. Namun dia tak menyebut bahwa dana itu disetor ke atasannya anggota Komisi XI Supomo.

"Nggak, dia nggak bilang kalau setor ke Supomo," ujarnya.

Informasi yang dihimpun Haris menerima Rp 485 juta dari Sukarya, sedangkan Dikdik menerima Rp 800 juta.

Sedianya Haris dan Dikdik dipanggil BK DPR hari ini, namun keduanya tak hadir.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(trq/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%