Detik.com News
Detik.com

Selasa, 19/02/2013 18:28 WIB

SBY Minta Warga Tak Larut dalam Kegaduhan Politik

Rivki - detikNews
SBY Minta Warga Tak Larut dalam Kegaduhan Politik
Jakarta - Menjelang pelaksaan Pemilu dan Pilpres 2014 situasi politik nasional akan sering bergejolak bahkan memanas. Fenomena demikian tergolong wajar. Namun demikian warga masyarakat jangan sampai larut dalam hiruk pikuk politik yang mungkin terjadi.

Demikian disampaikan Presiden SBY dalam puncak perayaan nasional Imlek 2013, di JCC, Jl Gatot Subroto, Jakarta. Turut hadir pejabat negara seperti Wapres RI Boediono, Kapolri Jend Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Mendikbud M Nuh dan Ketua DPR Marzuki Alie, serta pejabat negara lainnya.

"Saya berpesan agar kita saling jaga diri, tidak larut dalam kompetisi yang tidak jujur, serta kompetisi yang umbar keburukan dan kebencian," kata SBY.

Sebelumnya dia mengingatkan agar para politisi tidak melakukan aksi kampanye hitam untuk menjatuhkan lawan politiknya. Justru perlu dipelihara situasi kondusif yang berhasil dibangun selama ini.

SBY juga menyinggung para penebar fitnah, caci maki dan pemberitaan yang mengumbar keburukan pihak tertentu. Menurut SBY, hal tersebut merupakan tanda kemerosotan rasa malu dalam kehidupan bermasyarakat.

"Masih terjadinya kasus-kasus korupsi, kongkalikong, aksi kekerasan, fitnah, caci maki, dan berbagai pemberitaan yg mengumbar keburukan adalah tanda-tanda merosotnya rasa malu dalam kehidupan masyarakat kita. Situasi ini sungguh memprihatinkan kita," imbuhnya.

"Jangan sia-siakan momentum emas, peluang terbaik untuk mempercepat kemakmuran bersama dengan prioritas kurangi kemiskinan," tutup SBY dalam pidatonya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rvk/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%