Selasa, 19/02/2013 17:10 WIB

Di Depan Para Dokter, Ahok Luapkan Kekesalan Soal Pejabat Munafik

Nur Khafifah - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Bagi Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, dunia politik penuh dengan kemunafikan. Banyak pejabat yang mengaku berakhlak, namun kenyataan berbicara sebaliknya. Dia pun kesal dan meluapkannya di depan para dokter.

Ahok bicara di depan sekitar 70 dokter se-Jabodetabek dalam acara seminar tentang Kartu Jakarta Sehat di RS Husada, Jl Mangga Besar, Jakarta, Selasa (19/2/2013). Awalnya, mantan anggota DPR itu sedang membicarakan pentingnya KJS. Ahok juga bercerita pengalamannya dalam kasus-kasus kesehatan pasien miskin. Tak lupa, prinsip dalam hidup juga dia sampaikan.

"Bagi saya yang penting nyawanya kita tolong. Pernah ada pengalaman di Belitung ada orang yang belum sembuh ditinggal pulang sama keluarganya lalu meninggal, saya marah sama keluarganya, kenapa pulang? Dia nangis, penghasilan saya Rp 1 juta, buat nungguin bapak saya Rp 1,5 juta. Dari situ saya berpikir semua Puskesmas harus ada rawat inap," cerita Ahok.

"Yang penting itu tiga hal, perut, otak sama dompet," sambung Ahok.

Nah, di saat sesi tanya jawab, ada seorang yang mempertanyakan tiga prinsip tersebut. Menurut dokter Imam dari RS Pondok Labu, selain tiga hal tersebut, ada juga faktor akhlak yang penting.

"Saya nggak setuju dengan tiga prinsip Bapak, karena akhlak juga penting. Pemerintah juga harus memikirkan soal akhlak rakyatnya," ujar dokter tersebut.

Menanggapi dokter Imam, Ahok langsung teringat pengalaman politiknya selama 10 tahun terakhir. Dengan nada tinggi, dia menegaskan bahwa akhlak kadang bukan lagi acuan dalam dunia tersebut. Sebab, saat ini para pejabat sebagian besar munafik.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%