detikcom
Selasa, 19/02/2013 11:16 WIB

KPK Periksa Jenderal Bintang Satu Jadi Saksi Irjen Djoko

Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Nama Kapolda Sumatera Barat Brigjen Pol Wahyu Indra Pramugari masuk dalam daftar saksi yang diperiksa KPK hari ini. Jenderal bintang satu itu dimintai keterangan terkait kasus simulator SIM Irjen Djoko Susilo.

"Diperiksa sebagai saksi DS," kata Kabag Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (19/2/2013). Wahyu tiba sekitar pukul 09.30 WIB.

Selain Brgijen Wahyu, KPK juga memanggil dua saksi untuk kasus Tindak Pidana Pencucian Uang Irjen Djoko. Mereka adalah Yuli Wrestiyani dan Teddy Rusmawan. Keduanya anggota polisi mantan anak buah Irjen Djoko.

Kasus Irjen Djoko yang ditangani KPK memang berlapis. Perkara pertama, dugaan korupsi dalam proyek simulator SIM. Lalu kedua, KPK juga menangani dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di dalam perkara tersebut.

Pada 3 Desember 2012 lalu, Irjen Djoko Susilo (DS) ditahan KPK di Rutan Guntur. Dia merupakan jenderal polisi aktif pertama yang ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antikorupsi itu.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mad/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%