detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 18:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 18/02/2013 18:24 WIB

Alasan Jaksa Eksekusi Susno Duadji di LP Cibinong

M Iqbal - detikNews
Komjen Susno Duaji (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen (Purn) Susno Duadji yang menjadi terpidana perkara korupsi segera dieksekusi. Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menjebloskan purnawirawan bintang tiga ini di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cibinong. Mengapa?

"Supaya tidak kumpul dengan Gayus Tambunan. Dulu kan ia membongkar kasus itu jadi jangan sampai mereka satu," ujar Jaksa Agung Basrief Arief usai rapat dengan Komisi III DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/2/2013).

Namun Basrief belum bisa menentukan waktu pastinya menjebloskan Susno. Sebab hal tersebut menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel).

"Kejari Jaksel yang berwenang. Itu dari penasihat hukumnya sudah menyampaikan surat. Prinsip kan bersedia untuk dieksekusi cuma karena sementara ini dieksekusi di (LP) Cibinong," lanjut Basrief.

Seperti diketahui, kasasi Susno kandas. Mahkamah Agung (MA) mengamini putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menghukum Susno selama 3,5 tahun dalam kasus korupsi penanganan perkara PT Salmah Arwana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008.

Susno dinyatakan terbukti menyalahgunakan kewenangannya saat menjabat Kabareskrim Polri dalam penanganan kasus Arwana dengan menerima hadiah sebesar Rp 500 juta untuk mempercepat penyidikan kasus tersebut.

Dia dinyatakan terbukti memangkas Rp 4.208.898.749, dana pengamanan Pilkada Jawa Barat saat menjabat Kapolda Jabar pada 2008 untuk kepentingan pribadi.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(iqb/asp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%