Senin, 18/02/2013 15:36 WIB

5 Pasangan Cagub Sumut Sampaikan Visi & Misi Seragam Soal Kesejahteraan

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Mengawali masa kampanye, para calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan visi dan misinya di hadapan anggota DPRD Sumut. Kelimanya sama-sama mengusung tentang kesejahteraan rakyat.

Penyampaian visi dan misi para calon itu berlangsung dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (18/2/2013). Rapat itu dipimpin Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun.

“Kami harapkan dalam pemaparan visi, misi dan agar pasangan calon tidak menyerang kandidat yang lain, dan tidak menyinggung SARA,” kata Saleh Bangun.

Para cagub yang menyampaikan visi dan misi berdasarkan nomor urut. Masing-masing (1) Gus Irawan Pasaribu-Soekirman, (2) Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi, (3) Chairuman Harahap-Fadly Nurzal, (4) Amri Tambunan-RE Nainggolan dan (5) pasangan incumbent Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi.

Secara umum, mereka menyampaikan isu yang sama, tentang pentingnya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tidak ada yang memaparkan program secara spesifik maupun unik.

Empat pasangan pertama, menyatakan persoalan kesejahteraan masih sangat memprihatinkan. Pemerintahan saat ini dinilai tidak mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, padahal lahan pertanian serta laut membentang luas dan dapat diberdayakan. Jika terpilih lima tahun ke depan, keempat pasangan ini berjanji akan meningkatkan tingkat kesejahteraan itu.

Sementara pasangan cagub nomor urut lima menyatakan tingkat kesejahteraan masyarakat sudah membaik dibanding periode sebelumnya, namun masih akan ditingkatkan. Demikian juga indikator kesejahteraan masyarakat yang lainnya termasuk pendidikan dan kesehatan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
79%
Kontra
21%