Senin, 18/02/2013 11:18 WIB

'Rumah Sakit Besar di Jakarta, Tolong Beri Tempat untuk Orang Miskin'

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Eliyas Setya Nugroho (20) memiliki harapan. Jangan ada lagi rumah sakit besar di Jakarta yang menolak pasien yang datang. Cukup bayinya Dera Nur Anggraini saja yang meninggal karena tak mendapat perawatan.

"Minta kepada rumah sakit semua, tolonglah kasih tempat buat anak prematur, kasih tempat meski orang miskin. Tolonglah kasih, kita semua sama manusia," jelas Eliyas saat berbincang dengan detikcom, Senin (18/2/2013).

Eliyas menjelaskan, anaknya bernama Dera yang lahir prematur pada Senin (11/2) dan harus dirawat di RS karena tak bisa menelan ASI. Dia mesti bersusah payah ke sana kemari ke sejumlah rumah sakit besar di Jakarta, tapi tak ada yang menerima.

"Semua alasannya (ruangan) penuh. Ya semoga pengalaman saya ini menjadi yang terakhir," tuturnya.

Dia berburu rumah sakit mulai dari rumah sakit besar milik pemerintah di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, hingga Jakarta Barat, tak ada yang mau menerima selama kurun waktu 11-15 Februari. Hingga akhirnya pada Sabtu (15/2) sore Dera meninggal tanpa ada perawatan.

Dera bersama saudari kembarnya, Dara, lahir prematur di klinik bersalin di kawasan Jaksel. Dara kini dirawat di RS Tarakan, kondisinya sehat. Sang ibu, Lisa, terus menunggui buah hatinya.

Eliyas bekerja sebagai pedagang kaki lima yang menjajakan kaus kaki dan sandal. Eliyas tinggal di pemukiman padat penduduk di Jl Jati Padang Baru, RT 14/6, Pasar Minggu, Jaksel.





Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%