Senin, 18/02/2013 10:14 WIB

Kisah Mistis & Tragis 6 Ribu Tentara Jepang yang Dibom Sekutu di Gua Biak

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 3
Goa Binsari, tempat berlindung tentara Jepang (Nograhany/detikcom)
Jakarta - Kota Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua memiliki situs sejarah Perang Dunia II. Pada tahun 1944, ada 2 gua alami tempat berlindung dan benteng tentara Jepang. Dan, blar! Gua itu tiba-tiba dibom pasukan Sekutu pimpinan Jenderal Douglas MacArthur. Enam ribu tentara Jepang pun terkubur hidup-hidup.

Detikcom saat mengikuti Safari Jurnalis PLN, pada Kamis (14/2/2013) pekan lalu sempat mengunjungi gua ini. Ada 2 situs gua Jepang di Kota Biak. Yang pertama adalah Gua Binsari, Benteng Pertahanan Tentara Jepang. Menurut Mathelda (39), warga lokal yang menjaga situs ini sejak tahun 1989, Binsari berarti perempuan tua.

"Dulu ada nenek-nenek di gua ini. Setelah Jepang datang, nenek itu menghilang entah ke mana. Makanya kenapa gua ini dinamakan Gua Binsari," kata Mathelda.

Ada setidaknya 3 ribu tentara Jepang yang terkubur hidup-hidup di gua alami ini karena pasukan Jenderal McArthur menjatuhkan bom dan drum-drum bahan bakar. Nah, pada tahun akhir 1980-an, mulailah digali gua itu.

"Sampai tahun 2012 kemarin, sudah ada sekitar seribu tentara Jepang yang ditemukan tulang belulangnya. Ya kalau digali mungkin masih ada lagi," jelas Mathelda.

Tak heran, banyak kisah-kisah mistis yang mewarnai tempat itu. Mathelda mengatakan, dulu sebelum situs ini dibuka, setiap malam, warga mendengar suara derap tentara berbaris.

"Ada pengunjung yang kesurupan, bicaranya meracau. Ada juga yang pernah lihat tentara berpakaian putih-putih. Kalau sekarang tidak ada lagi. Biasanya yang dilihatin itu yang datang, bukan penduduk sini," imbuh Mathelda yang memiliki rumah di samping situs Gua Binsari ini. Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nwk/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close