detikcom
Senin, 18/02/2013 09:30 WIB

Seorang WNI Selamat dari Tragedi Meteor Jatuh di Rusia

Rivki - detikNews
Jakarta - Seorang WNI ternyata berada di lokasi meteor jatuh di Chelyabinks, Rusia. WNI perempuan berinisial FD itu selamat dari tragedi itu tanpa suatu luka. Tapi apartemennya terkena serpihan meteor.

"Pecahan meteor menyebabkan kaca-kaca kompleks apartemen, tempat tinggal seorang WNI perempuan yang berinisial (FD) yang bersuami warga Rusia itu rusak. WNI tersebut selamat dan tidak menjadi korban," kata Direktur Informasi dan Media-Kemlu PLE Priatna dalam keterangannya, Senin (18/2/2013).

Priatna mendapat kepastian kabar tersebut dari Dubes RI di Moskow Djauhari Oratmangun. Pihak KBRI pun sudah melakukan kontak dengan WNI tersebut.

"KBRI Moskow telah melakukan komunikasi telepon dengan warga yang apartemennya rusak, pasca jatuhnya meteor. KBRI Moskow terus memantau perkembangan akibat jatuhnya meteor yang telah menjebabkan sedikitnya 474 orang luka-luka," jelas Priatna.

Pada Jumat (15/2) sebuah meteor jatuh ke bumi di Rusia.Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 500 orang mengalami luka. Sebagian besar korban cedera ringan karena terkena pecahan kaca jendela, namun beberapa menderita luka di bagian kepala.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%