Jumat, 15/02/2013 15:35 WIB

Pasukan India Tembak Mati Tentara Pakistan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ilustrasi
New Delhi, - Pasukan India menembak mati seorang tentara Pakistan di perbatasan de facto wilayah konflik Kashmir. Ini merupakan insiden baku tembak mematikan pertama yang terjadi sejak gencatan senjata disetujui sebulan lalu.

Juru bicara militer India mengatakan, tentara Pakistan itu tewas dalam kontak senjata. Seorang prajurit India juga terluka dalam kejadian tersebut.

"Kami mendeteksi beberapa gerakan mencurigakan kemarin dekat LoC (Line of Control) di dalam wilayah kami dan para penantang itu menembak dan dia pun tewas dalam baku tembak yang terjadi," kata Letkol Rajesh Kalia, juru bicara komando wilayah utara militer India,

"Saat itu kami tidak tahu dia tentara Pakistan. Kami membunuh seorang penyusup," imbuh juru bicara tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (15/2/2013).

Menurut Kalia, otoritas India akan memulangkan jasad korban ke otoritas Pakistan hari ini.

Seorang pejabat Pakistan membenarkan bahwa telah dilakukan kontak dengan otoritas India mengenai pemulangan jasad tentara tersebut.

"Tentara itu tanpa sengaja menyeberang ke Line of Control di bagian Khoi Ratta dan dikabarkan tewas oleh pasukan India," ujar seorang pejabat keamanan Pakistan.

Ini merupakan baku tembak mematikan pertama antara pasukan kedua negara di wilayah tersebut, sejak militer India dan Pakistan melakukan gencatan senjata pada 16 Januari lalu. Selama ini kontak senjata memang kerap terjadi di perbatasan wilayah Kahsmir tersebut.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%