detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 18:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 14/02/2013 17:14 WIB

Pejabat Senior Iran Tewas Ditembak di Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ilustrasi
Beirut, - Seorang pejabat senior Iran tewas ditembak di Suriah saat dalam perjalanan menuju Beirut, Libanon. Pejabat tersebut merupakan salah seorang komandan pasukan elit Iran, Garda Revolusioner.

Menurut Garda Iran, pejabat bernama Hassan Shateri atau juga dikenal sebagai Hessam Khoshnevis, diserang semalam saat dalam perjalanan dengan mobilnya dari Damaskus menuju Beirut.

"Komandan Hassan Shateri martir saat dalam perjalanan dari Damaskus menuju Beirut di tangan para prajurit bayaran dan pendukung rezim Zionis," kata juru bicara Garda, Ramezan Sherif seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/2/2013).

Sherif mengatakan, Shateri juga merupakan kepala Komite Iran untuk Pembangunan Libanon.

Pihak Kedutaan Iran di Beirut membenarkan bahwa Shateri tengah terlibat dalam program pembangunan di Libanon. Shateri bertanggung jawab atas Komite Iran untuk Pembangunan Libanon, yang dibentuk setelah perang tahun 2006 antara Israel dan milisi Hizbullah, yang didukung Iran.

Kedutaan Iran tidak menjelaskan detail penyerangan ataupun lokasi persisnya penyerangan itu terjadi. Namun menurut surat kabar Libanon, Al-Safir, Shateri tengah berada di Suriah, khususnya di kota Aleppo, Suriah utara untuk mempelajari proyek-proyek pembangunan kota tersebut.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%