detikcom
Kamis, 14/02/2013 08:09 WIB

36 Bus TransJ Siap Layani Koridor 12 Pluit - Tanjung Priok

Salmah Muslimah - detikNews
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Pemprov DKI bersama dengan Badan Layanan Umum (BLU) Trans Jakarta hari ini siap meluncurkan rute baru. Sebanyak 36 Bus akan beroperasi di koridor 12 Pluit - Tanjung Priok.

"Ada 36 bus gandeng yang akan beroperasi. Satu bus berkapasitas 150 orang," kata Kepala BLU TransJ Muhammad Akbar kepada detikcom, Rabu (13/2/2013).

Akbar mengatakan hari ini penumpang yang ingin menjajal koridor 12 bisa mulai menaiki armada ini mulai pukul 13.00 WIB. Sebab pagi harinya Gubernur DKI Jakarta (Jokowi) akan meresmikan peluncuran koridor ini.

"Kita harus siap-siap dulu setelah launching, jadi jam 13.00 WIB baru bisa dioperasikan untuk masyarakat umum," ucap Akbar.

Selanjutnya, rute ini akan beroperasi normal, sejak pukul 5 pagi sampai 11 malam. Akbar menambahkan koridor 12 ini diluncurkan mengingat kawasan yang dilayani adalah kawasan penting. Seperti Mangga Dua yang merupakan pusat grosir pakaian dan elektronik, transit di Beos dan berakhir di Pluit.

"Ini kan pelabuhan akan melintasi Arta Gading di situ kan ada mal yg cukup besar akan melayani sunter dan kemayoran. Pada bulan Juni dan Juli akan ada Jakarta Fair," ujar Akbar.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(slm/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%