Rabu, 13/02/2013 13:51 WIB

Irjen Djoko Susilo Nikahi Dipta di Sukoharjo Tahun 2008

Muchus Budi R. - detikNews
Solo - Dipta Anindita, mantan Putri Solo 2008, ternyata istri Irjen Djoko Susilo. Informasi ini didapatkan dari KUA Grogol, Sukoharjo, bahwa telah terjadi pernikahan antara Djoko Susilo dengan Dipta Anindita pada tahun 2008 lalu.

Kepala KUA Grogol, Syafi'i, mengatakan bahwa telah tejadi pernikahan antara Djoko Susilo dengan Dipta Anindita pada 1 Desember 2008. Dari catatan di KUA setempat, Dipta beralamat di Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo.

"Saya tidak bisa memberikan penjelasan lebih detail. Saya hanya memberikan penegasan bahwa memang benar telah ada pernikahan antara keduanya di KUA Grogol," ujar Syafi'i," Rabu (13/2/2013).

Dia tidak mengizinkan wartawan melihat langsung berkas pernikahan keduanya yang masih disimpan di kantornya. Alasannya, pihaknya tidak ingin mencampuri terlalu jauh urusan pernikahan warga.

Dipta sudah dicegah KPK ke luar negeri. Pencegahan terkait kepemilikan aset Dipta yang terkait Djoko. Sayangnya, Dipta yang diperiksa KPK tak mau berbicara soal kasus itu. Demikian juga Irjen Djoko saat dikonfirmasi hanya menyerahkan ke penyidik.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mbr/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%