Detik.com News
Detik.com
Selasa, 12/02/2013 23:35 WIB

Longsor di KM 100 Cipularang, Macet Capai 20 KM

Oris Riswan Budiana - detikNews
Jakarta - Akibat longsor yang terjadi di KM 100 Tol Cipularang, kemacetan mencapai 20 kilometer lebih. Kemacetan terjadi mulai dari KM 120.

Pantauan detikbandung, Selasa (12/2/2013), pukul 22.20 WIB, dari KM 120 hingga 119 harus ditempuh lebih dari 20 menit. Kendaraan lebih banyak berhenti dan sesekali maju.

Untuk menghindari kemacetan lebih parah, polisi menutup arus dari arah Bandung menuju Jakarta. Kendaraan dialihkan keluar ke Tol Padalarang.

Sedangkan kendaraan yang sudah terjebak di jalur Bandung-Jakarta diimbau untuk keluar ke pintu Tol Cikamuning.

Satu mobil patroli terlihat di lokasi. Petugas berusaha memberi informasi lewat pengeras suara. "Kendaraan menuju Jakarta silakan keluar pintu Tol Cikamuning dan masuk Tol Jatiluhur," katanya.

Sebelumnya, longsor menimbun KM 100 Tol Cipularang. Akibatnya kendaraan dari Bandung menuju Jakarta tidak bisa melalui karena tanah yang menimbun seluruh ruas jalan. Selain itu, tanah juga menutupi hampir seluruh lajur dari Jakarta ke Bandung, di lajur ini kendaraan yang hendak ke Bandung hanya bisa melalui bahu jalan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ors/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%