detikcom
Senin, 11/02/2013 13:01 WIB

Tak Ada Korban Jiwa dalam Kecelakaan KRL Tabrak Avanza di Bintaro

Pandu Triyuda - detikNews
Jakarta - Kecelakaan kereta terjadi di perlintasan kereta Jalan Bintaro Utama, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Sebuah Toyota Avanza warna putih dengan nopol B 1707 TOY, ringsek akibat tertabrak kereta di perlintasan itu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Pengemudi atas nama Iwan usia 30 tahun, warga Cakung, Jakarta Timur. Penumpang atas nama H. Rahmat usia 53 tahun, alamat Cakung, kesemuanya sadar," ujar Kanit Laka Polres Jaksel, AKP Sigit, saat ditemui di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya II, Senin (11/2/2013).

Sigit menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.40 WIB. Saat itu Toyota Avanza yang dikemudikan Iwan hendak menuju Tanah Kusir, Kebayoran Lama. Saat sampai di pintu perlintasan Bintaro, ada salah seorang 'Pa Ogah' menyuruh untuk melewati pintu perlintasan. Merasa percaya dengan ajakan 'Pak Ogah', mobil tersebut langsung melintasi rel. Tiba-tiba dari arah Selatan datang KA Patas Nomor 271, jurusan Merak-Jakarta.

"Tiba-tiba kereta api mengenai bodi belakang Avanza sebelah kanan. Avanza lalu mental, di depan sebelah kiri kena motor Honda Beat," ungkapnya.

Sigit melanjutkan, pengemudi motor Honda Beat bernopol B 6678 FKJ yang dikemudikan Ryan Hermawan (20) sempat terhempas. Beruntung Ryan hanya mengalami luka ringan.

Akibat kecelakan tersebut ketiga korban dilarikan ke Rumah Sakit RS Dr Suyoto, Bintaro. Diketahui Iwan dan Rahmat mengalami luka-luka di kepala, tangan kanan dan kiri. Sementara Ryan mengalami luka di pipi.

Saat ini Toyota Avanza sudah dievakuasi ke tempat penyimpanan barang bukti di unit laka lantas, Jagakarsa. Sedangkan 'Pak Ogah' yang diduga menjadi penyebab kecelakaan tersebut diburu oleh polisi.

"Pa ogah lagi dicari sama reserse. Pelakunya satu orang," tutup Sigit.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndu/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%