Sabtu, 09/02/2013 05:02 WIB

Parah! Lawan Arus, Avanza Tabrak 8 Motor di Lapangan Banteng

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jakarta. Kali ini sebuah mobil Toyota Avanza yang melaju melawan arus di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, menabrak 8 motor sekaligus.

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 01.30 WIB, Sabtu (9/2/2013). Saat itu Avanza silver dengan nopol B 1528 BKS melaju kencang dari arah Tugu Tani.

Tepat di depan Stasiun Gambir, Avanza itu tiba-tiba belok ke kanan. Padahal arus kendaraan yang berasal dari Hotel Borobudur ini satu arah.

"Saya dan teman-teman yang lagi bawa motor ditabrak, untung saya nggak kena, tapi teman saya kena semua," kata salah satu pengendara motor yang menjadi saksi kejadian, Julianus, saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/2/2013).

Menurut Julianus, ada lima motor temannya yang menjadi korban. Bukannya berhenti, Avanza itu malah semakin terus melaju kencang.

Julianus mengatakan, setelah tabrakan itu, dia melihat Avanza kembali menabrak motor RX-King, Jupiter dan Jupiter lagi. Mobil itu akhirnya berhenti tepat di depan Hotel Borobudur.

"Jupiter yang terakhir paling parah, pengemudi motornya saja sampai mental kena tiang," kata Julianus.

Setelah akhirnya tidak bisa jalan lagi, sang pengemudi Avanza bersama dua rekannya yang ada di dalam mobil pun menjadi bulan-bulanan massa. Beruntung aksi ini bisa digagalkan oleh petugas keamanan hotel.


(mok/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
38%
Kontra
62%