Detik.com News
Detik.com

Jumat, 08/02/2013 19:12 WIB

Gaji 1.680 Pegawai DPR Nunggak, Ini Kata Eks Sekjen DPR

Danu Damarjati - detikNews
Gaji 1.680 Pegawai DPR Nunggak, Ini Kata Eks Sekjen DPR
Jakarta - Ribuan pegawai DPR RI menunggak gaji dari tanggal 1 Februari 2013 yang lalu. Mantan Sekjen DPR RI Nining Indra Saleh mengatakan sebab gaji mereka menunggak karena kelalaian anggota DPR yang mempekerjakan staf bersangkutan.

"Itu harus berdasarkan rekomendasi dari anggota DPR-nya sendiri. Saya tidak mungkin meneken surat keputusan jika anggota DPR-nya belum menandatangani," tutur Nining di Kantor DPP Nasdem, Jl RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah 1.680 pegawai DPR yang terdiri dari Tenaga Hali (TA) dan Asistem Pribadi belum menerima gaji. Namun Nining menyatakan bahwa jumlah mereka hanya sedikit.

"Itu hanya sebagian kecil karena belum memenuhi persyaratan. Yang lainnya sudah clear," ucap Nining yang baru saja ditetapkan sebagai Wasekjen Bidang Internal dan Kesekretariatan Partai NasDem.

Nining mengatakan bahwa gaji para pegawai DPR yang menunggak akan segera dibayarkan. Dirinya mengaku telah meneken surat keputusan sewaktu masih menjabat sebagai Sekjen DPR.

"Surat Keputusan Sekjen memang tertanggal 1 Januari 2013, saya masih bertanggung jawab. Saya sudah menandatangani keputusan untuk asisten dan tenaga ahli. Mungkin sedang dalam proses pencairan," kata Nining.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%