Jumat, 08/02/2013 01:02 WIB

DPD PD Bantah Pertemuan di Rumah Anas untuk Melawan SBY

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Sejumlah pengurus DPD PD berkumpul di rumah Ketum PD Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta Timur, bertepatan dengan rapat Wanbin PD di Cikeas. Apa maksud pertemuan ini, benarkah untuk memberikan kode perlawanan ke SBY?

"Kami ini kader taat konstitusi, jadi Anas itu hasil dari produk konstitusi. Jadi enggak ada apa-apa, biasa-biasa saja," kilah Sekretaris DPD PD DKI Jakarta Irfan Gani, kepada wartawan, Jumat (8/2/2013).

Pertemuan tersebut, menurut Irfan, sangat singkat. Dia merahasiakan isi pertemuan tersebut dari kalangan media.

"Enggak ada apa-apa. Tadi sebentar saja. Aku sekarang sudah di rumah. Enggak ada agenda apa-apa ya," kilahnya lagi.

Irfan yang mengungkap pertemuan tersebut dihadiri banyak pimpinan DPD PD pun enggan membocorkan siapa saja yang hadir. Yang jelas sudah pasti yang hadir loyalis Anas.

"Saya enggak perhatikan, karena memang sangat singkat. Saya enggak sempat lihat siapa saja di sana," tandasnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(van/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
66%
Kontra
34%