Detik.com News
Detik.com

Jumat, 08/02/2013 01:02 WIB

DPD PD Bantah Pertemuan di Rumah Anas untuk Melawan SBY

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
DPD PD Bantah Pertemuan di Rumah Anas untuk Melawan SBY
Jakarta - Sejumlah pengurus DPD PD berkumpul di rumah Ketum PD Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta Timur, bertepatan dengan rapat Wanbin PD di Cikeas. Apa maksud pertemuan ini, benarkah untuk memberikan kode perlawanan ke SBY?

"Kami ini kader taat konstitusi, jadi Anas itu hasil dari produk konstitusi. Jadi enggak ada apa-apa, biasa-biasa saja," kilah Sekretaris DPD PD DKI Jakarta Irfan Gani, kepada wartawan, Jumat (8/2/2013).

Pertemuan tersebut, menurut Irfan, sangat singkat. Dia merahasiakan isi pertemuan tersebut dari kalangan media.

"Enggak ada apa-apa. Tadi sebentar saja. Aku sekarang sudah di rumah. Enggak ada agenda apa-apa ya," kilahnya lagi.

Irfan yang mengungkap pertemuan tersebut dihadiri banyak pimpinan DPD PD pun enggan membocorkan siapa saja yang hadir. Yang jelas sudah pasti yang hadir loyalis Anas.

"Saya enggak perhatikan, karena memang sangat singkat. Saya enggak sempat lihat siapa saja di sana," tandasnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%