detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 05:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 07/02/2013 15:26 WIB

Golkar: Jokowi Sedang Berkibar, Kalau Nyapres Jangan Dilarang

M Iqbal - detikNews
Mega dan Jokowi (Pilgub DKI)
Jakarta - Nama Joko Widodo (Jokowi) melejit sebagai capres paling potensial saat ini. Partai Golkar pun melihat Jokowi sebagai rising star yang patut diperhitungkan.

"Saya bisa maklum karena Pak Jokowi lagi berkibar," kata Ketua DPP Golkar bidang Politik, Priyo Budi Santoso, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2013).

Priyo melihat Jokowi masih harus banyak memenuhi janji-janjinya ke masyarakat Jakarta. Namun kalau sampai Jokowi tergoda nyapres, siapa bisa melarang?

"Tapi kalau Pak Jokowi tergoda jangan dilarang-larang," kata Wakil Ketua DPR bidang Polkam ini.

Meski demikian, untuk nyapres Jokowi harus mendapat restu terlebih dahulu dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Karena bagaimanapun Jokowi ditugaskan Mega untuk memimpin Jakarta saat ini.

"Ibu Mega merestui atau tidak, yang bisa memutuskan Bu Mega," ujarnya.

Jokowi muncul sebagai capres paling potensial menyalip Mega dan Prabowo Subianto. Setidaknya hal tersebut terungkap dalam hasil survei yang dirilis Pusat Data Bersatu (PDB) pimpinan Didik J Rachbini.

Namun Jokowi tak mendapat restu PDI Perjuangan untuk melangkah Pilpres 2014. Jokowi sendiri juga masih ingin fokus mengurus DKI hingga saat ini dan tidak kepikiran Pilpres 2014.

"Saya mau fokus menyelesaikan banjir, menyelesaikan macet, menyelesaikan terus tadi ini ada masalah bajaj, monorel, MRT, ini mau saya selesaikan," ujar Jokowi hari ini.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close