Kamis, 07/02/2013 14:04 WIB
Sidang Kicauan Triomacan2000 di Twitter Digelar, Wartawan Jadi Saksi
Kicauan tersebut menyebutkan Marwan semasa menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati DKI telah menggelapkan uang yang menjadi barang bukti kasus pembobolan BRI sebesar Rp 500 miliar.
Hal itu terungkap dalam sidang yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi.
"Saksi itu adalah Bandot Dendi Marela selaku wartawan majalah Konstan," kata Koordinator Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arief Indra Kusuma Adhi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2013).
Bandot menjadi saksi karena dirinya mengetahui kicauan akun @triomacan2000 yang meretweet penyataan Fajriska tentang tudingan penggelapan uang yang dilakukan oleh Marwan. Sebagai wartawan, Bandot menilai info dari akun triomacan2000 itu menarik untuk dikembangkan sebagai sebuah berita.
"Saya tahu info itu dari twitter triomacan2000, yang meretweet dari fajriska. Saya followernya trio macan. Sebagai wartawan menurut saya itu menarik dan makanya saya konfirmasi ke Marwan," kata bandot saat memberikan keterangan di ruang sidang.
Bandot menambahkan, dirinya mencoba mengkonfirmasi hal tersebut langsung ke Marwan Efendi. Menurutnya kicauan ditwitter yang hanya menyebutkan inisal ME itu jelas mengarah ke Marwan Efendi.
"Isinya penggelapan barang bukti, tidak disebutkan nama jelas tapi ME. Saya bisa nyatakan itu Marwan Efendi karena saat itu yang menjabat Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati DKI adalah ME," ujar pria yang sudah 6 tahun jadi wartawan ini.
"Saya langsung konfirmasi ke ME lewat SMS. Terus dibalas tidak benar," tambahnya.
Sidang kali ini juga menghadirkan saksi dari Kejaksaan Tinggi DKI, Reda mantovani. Reda yang saat itu menjadi anak buah Marwan mengaku mendapat info dari Bendot terkait kicauan akun twitter triomacan2000.
"Mengetahui isi twitnya pencemaran nama baik, infonya dari Bandot. Besoknya saya menyampaiakan ke Bapak (Marwan)," kata Reda.
Kedua saksi tersebut mengetahui tindak pidana yang didakwakan kepada pengacara yang akrab disapa Boy yakni, melakukan penghinaan terhadap Marwan dengan menyebarkan berita melalui akun twitter fajriska.
Berita tersebut berisi; 'Kasus pembobolan BRI oleh Richard Latief tahun 2004, tapi malah dilepas oleh oknum JKS penyidik yang sekarang sudah jadi Jaksa Agung Muda. Si oknum Jaksa Agung Muda (JAM) tersebut inisialnya ME. Kasus pembobolan BRI tahun 2004 sejumlah 180 M, tapi si JAM menyita lebih dari 500 M justru disedot semua rekening-rekening tersangka yang di luar dari aliran dana pembobolan'.
Dalam perkara ini, JPU yang dipimpin oleh Arief Indra Kusuma Adhi mendakwa Muhamad Fajriska Mirza alias Boy didakwa melanggar Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Sebelumnya, Marwan Effendi melaporkan mantan pengacara MA Rahman, M Fajriska Mirza alias Boy ke Bareskrim Polri. Pelaporan ini terkait dengan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh Boy dilakukan di sosial media.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(slm/ndr)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
587 share this. -
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
566 share this. -
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
531 share this. -
Pertama di Indonesia! Pemakai Diampuni karena Ungkap Mafia Narkoba
495 share this. -
Mengerikan! 9 Siswa di Nigeria Ditembak Mati Saat Ujian
348 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Saling Lontar Sindiran, Kubu Tifatul dan Anis Matta Adu Kuat di PKS?
-
Rabu, 19/06/2013 14:19 WIB
Gerebek Pool BBM di Cipayung, Polisi Sita 16 Ton Solar Bersubsidi
-
Rabu, 19/06/2013 14:17 WIB
Banyak Dihujat di Twitter, Fahri Hamzah Anggap Sebagai Latihan
-
Rabu, 19/06/2013 14:15 WIB
Hari ke-248 Jokowi
Celoteh Jokowi tentang Kecelakaan hingga Jarang Berbaju Lengan Pendek
-
Rabu, 19/06/2013 14:12 WIB
Hari ke-248 Jokowi
Didesak Cepat Hilangkan Banjir dan Macet, Jokowi: Apa Saya Tukang Sulap?
-
Rabu, 19/06/2013 13:07 WIB
Ini 5 Penampakan Aksi 'Tikus' di Bandara
-
Rabu, 19/06/2013 12:38 WIB
Perempuan Asal Lembata yang Dimakan Buaya Hamil 5 Bulan
-
Rabu, 19/06/2013 13:16 WIB
Rumor 'Soekarno Kecil' Disiapkan Jadi Penerus Tahta Mega
-
Rabu, 19/06/2013 13:01 WIB
Lion Air Prihatin dan Kecewa terhadap Kasus 'Tikus Bagasi' di Bandara
-
Rabu, 19/06/2013 13:47 WIB
Lion Air akan Perbaiki Koper yang Rusak akibat Dibobol Maling
-
Rabu, 19/06/2013 11:27 WIB
Astaga! Ibu Hamil di Lembata Dimakan Buaya
-
Rabu, 19/06/2013 13:50 WIB
Fahri Harap SBY Gentle Copot Tifatul Cs
-
Rabu, 19/06/2013 12:03 WIB
Rumor Seputar Alasan Prananda 'Soekarno Kecil' Tak Nyaleg
-
428 Komentar
-
359 Komentar
-
291 Komentar
-
260 Komentar
-
229 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
198 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 10:33 WIB
Prananda Si 'Soekarno Kecil' Memilih Tak Nyaleg
-
Rabu, 19/06/2013 10:23 WIB
Penuhi Panggilan KPK, Mentan: Saya Baru Pertama Kali Bertemu Maria di Medan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

